Tapak Tilas Adventure

4/11/2020

Estimasi Biaya Transportasi ke Gunung Cikuray

Gunung Cikuray
Gunung Cikuray

Gunung Cikuray merupakan salah satu gunung terpopuler di kalangan para pendaki, khusunya mereka yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat. Ia adalah bagian dari trio gunung kebanggaan Kabupaten Garut, bersama Gunung Papandayan dan Gunung Guntur, tiga gunung tersebut biasa disebut dengan singkatan Paguci. Papandayan, Guntur dan Cikuray.

Ketinggian Puncak Gunung Cikuray mencapai 2.821 mdpl, merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Garut dan berada di urutan ke-4 dalam barisan gunung-gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung satu ini juga dikenal memiliki track pendakian yang sulit dilalui, memiliki beberapa tanjakan sadis dan suhu udara di sana terbilang sangat rendah, dan udaranya dingin.

Berikut ini adalah estimasi biaya transportasi pengeluaran untuk sampai ke Gunung Cikuray

Transportasi ke gunung Cikuray

Gunung Cikuray tepatnya ada di Kabupaten Garut bisa dijangkau oleh beberapa moda transportasi umum. Di antaranya Kereta Api, Bus dan Elf.

Kereta Api

Di Garut ada 3 stasiun kereta api yaitu stasiun Leles, Kadungora dan Cipeundeuy. Stasiun terdekat ke pusat kota adalah Leles, disusul stasiun Kadungora. Sedangkan Cipeundeuy di Malangbong merupakan stasiun terjauh.

Harga tiket dan jadwal keberangkatan kereta api ke Garut bisa dicek di website resmi PT. Kereta Api Indonesia https://www.kai.id atau situs penjualan Tiket Online.

Bus Jurusan Garut

Ada banyak bus dari Jakarta, Bekasi, Bandung dan Tasik ke terminal Garut. Salah satunya bus Primajasa.

Pemberhentian Bus di Garut yaitu di Terminal Guntur. Lokasi terminal Guntur sendiri berada cukup jauh dari gunung Guntur.

Ongkos bus Primajasa Jakarta – Garut
Jakarta Ciputat – Lebak Bulus – Garut (AC) Rp. 52.000
Ciputat – Cileunyi Bandung (AC) Rp. 38.000
Cileunyi – Garut (AC) Rp. 17.000
Jakarta Cililitan – Garut (AC) Rp. 52.000
Bekasi – Garut via Cikopo & Purwakarta (AC) Rp. 40.000

Jadwal Keberangkatan
Jakarta Ciputat – Lebak Bulus – Garut
Waktu
Pool Ciputat – Garut 05.00 – 21.00
Pool Garut – Ciputat 02.00 – 17.30
Jakarta Cililitan – Garut
Waktu
Pool Cililitan – Garut 05.00 – 21.00
Pool Garut – Cililitan 04.00 – 17.30
Bekasi – Garut
Waktu
Pool Bekasi – Garut 05.00 – 19.00
Pool Garut – Bekasi 04.00 – 16.00

Elf Bandung – Garut

Selain kereta api dan bus, ke Garut juga bisa naik bus dari terminal Cicaheum atau Leuwi Panjang, Bandung.

Elf akan berhenti di terminal Guntur, bersebelahan dengan terminal bus. Di belakang terminal elf juga ada terminal angkot. Masih di lokasi yang sama.

Tetapi mungkin moda transportasi elf kurang nyaman bagi pendaki yang butuh waktu istirahat di perjalanan.

Rute dan transportasi dari terminal Guntur – basecamp gunung Cikuray
Seperti sudah disebutkan tadi bahwa puncak gunung Cikuray dapat ditempuh dari banyak jalur pendakian.

Disimpulkan menjadi 4 jalur (kecamatan) yaitu via Cilawu, Bayongbong, Cigedug dan Cikajang.

Jalur Pendakian Gunung Cikuray Garut

Dari terminal ke basecamp ditempuh dengan angkutan kota (angkot) atau pick up dilanjutkan dengan naik ojek.

Terminal Guntur – basecamp Cilawu

Dari terminal guntur ke basecamp jalur Pemancar atau Kiara Janggot bisa naik angkot jurusan Cilawu dilanjutkan naik ojek sampai ke basecamp. Atau bisa juga carter pick up. dari terminal Guntur langsung ke basecamp.

Ongkos pickup di kisaran Rp. 350.000 sekali jalan. Mungkin bisa lebih, coba tawar saja dulu.

Terminal Guntur – basecamp Bayongbong

Dari terminal guntur ke Bayongbong naik angkot jurusan Bayongbong warna putih kuning. Dilanjutkan naik ojek ke basecamp yang dituju; Pamalayan, Cintanagara atau Pabrik.

Terminal Guntur – basecamp Cigedug

Dari terminal Guntur menuju basecamp Tapak Geurot Cigedug bisa naik angkot jurusan Bayongbong, lanjut naik ojek.

Terminal Guntur – basecamp Cikajang

Terakhir, jika mau lewat jalur Cikajang (Olan atau Carik), dari terminal dari angkot Cikajang warna putih biru. Kemudian lanjut naik ojek ke basecamp.

Ongkos angkot dan ojek dari terminal sampai ke basecamp gunung Cikuray Rp. 40.000 – 50.000 sekali jalan. Atau Rp. 100.000 PP (pergi pulang).

Harga tiket masuk gunung Cikuray
Kecamatan Cilawu
Tiket
Harga
jalur Pemancar Rp. 25.000
Kiara Janggot Rp. 10.000
Kecamatan Bayongbong
Tiket
Harga
Pamalayan Rp. 10.000
Pabrik Rp. 10.000
Cintanagara Rp. 10.000
Kecamatan Cigedung
Tiket
Harga
Tapak Gerot Rp. 10.000
Kecamatan Cikajang
Tiket
Harga
Olan Gratis
Carik Rp. 10.000

Estimasi biaya pendakian Cikuray dari Jakarta
Perkiraan biaya pendakian gunung Cikuray dari Jakarta lebih kurang Rp. 379.000, dengan rincian sebagai berikut:

Biaya pengeluaran :

  • Ongkos bus Jakarta – Garut Rp. 52.000 2 (PP) Rp. 104.000
  • Ongkos angkot & ojek – Basecamp Cikuray Rp. 50.000 2 (PP) Rp. 100.000
  • Tiket masuk gunung Cikuray Rp. 25.000 1 x Rp. 25.000
  • Logistik Rp. 100.000 1 x Rp. 100.000
  • Jajan, dll. Rp. 50.000
Jika ditotalkan Rp. 379.000

Estimasi biaya pendakian gunung Cikuray dari Bekasi
Perkiraan biaya mendaki gunung Cikuray dari Bekasi lebih kurang Rp. 355.000, dengan rincian sebagai berikut:

Biaya pengeluaran :

  • Ongkos bus Bekasi – Garut Rp. 40.000 2 (PP) Rp. 80.000
  • Ongkos angkot & ojek – Basecamp Cikuray Rp. 50.000 2 (PP) Rp. 100.000
  • Tiket masuk gunung Cikuray Rp. 25.000 1 x Rp. 25.000
  • Logistik Rp. 100.000 1 x Rp. 100.000
  • Jajan, dll. Rp. 50.000
Jika Ditotalkan Rp. 355.000

Estimasi biaya naik gunung Cikuray dari Bandung
Perkiraan biaya pendakian gunung Cikuray dari Bandung lebih kurang Rp. 309.000, dengan rincian sebagai berikut:

Biaya pengeluaran :

  • Ongkos bus Bandung – Garut Rp. 17.000 2 (PP) Rp. 34.000
  • Ongkos angkot & ojek – Basecamp Cikuray Rp. 50.000 2 (PP) Rp. 100.000
  • Tiket masuk gunung Cikuray Rp. 25.000 1 x Rp. 25.000
  • Logistik Rp. 100.000 1 x Rp. 100.000
  • Jajan, dll. Rp. 50.000
Jika Ditotalkan Rp. 309.000

Estimasi biaya mendaki gunung Cikuray ini belum termasuk pengeluaran lain-lain. Misalnya liburan ke tempat wisata di Garut atau belanja oleh-oleh. Untuk jaga-jaga, siapin aja dulu sekitar Rp. 500.000 – Rp. 600.000.

Mungkin itu sedikit biaya estimasi transportasi ke gunung cikuray, jika ada yang keliru tolong kasih komentar dibawah ini ..

Terima Kasih Salam Lestari ..


#tapaktilasadventure

3/15/2020

Jalur Pendakian Gunung Cikuray via Pemancar (Cilawu)

Gunung Cikuray
Gunung Cikuray

Gunung Cikuray merupakan salah satu gunung terpopuler di kalangan para pendaki, khusunya mereka yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat. Ia adalah bagian dari trio gunung kebanggaan Kabupaten Garut, bersama Gunung Papandayan dan Gunung Guntur, tiga gunung tersebut biasa disebut dengan singkatan Paguci. Papandayan, Guntur dan Cikuray.

Ketinggian Puncak Gunung Cikuray mencapai 2.821 mdpl, merupakan gunung tertinggi di Kabupaten Garut dan berada di urutan ke-4 dalam barisan gunung-gunung tertinggi di Jawa Barat. Gunung satu ini juga dikenal memiliki track pendakian yang sulit dilalui, memiliki beberapa tanjakan sadis dan suhu udara di sana terbilang sangat rendah, dan udaranya dingin.

Jalur pendakian gunung Cikuray via Pemancar adalah jalur yang paling umum dilalui oleh para pendaki, pasalnya track pada jalur satu ini dikenal sebagai yang paling ramah di antara lainnya, serta paling gampang dalam urusan trasportasi. Landainya jalur berpengaruh pada panjangnya track, waktu yang dibutuhkan untuk mancapai puncak, relatif lebih lama dari jalur-jalur lainnya, pada umumnya, para pendaki menghabiskan 8 jam perjalanan untuk sampai di puncak.

Transportasi menuju gerbang pendakian bisa kalian mulai dengan tujuan awal adalah terminal Guntur, setelahnya perjalanan dilanjutkan dengan angkot 06, jurusan Cilawu, hingga berhenti di Pertigaan Genteng, kemudian dilanjutkan dengan naik ojek menuju gerbang pendakian via Pemancar, dengan tarif sekitar Rp. 35.000.

Berikut adalah rute perjalanan menuju Puncak Cikuray via Pemancar :

POS I: Pos Registrasi

Di pos ini, terdapat tempat registrasi dengan tiket masuk seharga Rp. 15.000,- per orangnya. Di sekitar area ini terdapat beberapa warung makan dan sumber air yang mengucur deras dari saluran pipa. lamanya perjalanan menuju pos 1, sekitar 30 menit.

POS II

Pos ini berupa lahan datar yang cukup luas untuk beristirahat hanya untuk mendirikan sekitar 2 camp. Lama pendakian dari Pos 1 ke Pos 2 sekitar 30 menit.

POS III

Pos 3 ini berupa lahan luas yang bisa digunakan untuk mendirikan beberapa tenda dan lokasi ini cocok untuk camp. untuk menuju Pos 3 ini didominasi akar-akar pepohonan. Waktu yang ditempuh lumayan cukup lama sekitar 170 menit.

POS IV

Pos 4 berada di ketinggian 2.050 mdpl, lahan di pos 4 ini lebih sempit dibandingkan pos 3, tapi masih bisa dipakai untuk mendirikan tenda. Lama pendakian dari pos 3 ke pos 4 sekitar 50 menit.

POS V

Pos 5 ini berupa tanjakan yang dipenuhi akar-akar dan pepohonan, pos 5 ini berada diketinggian 2.275 mdpl. perjalanan dari pos 4 ke pos 5 cukup singkat sekitar 30 menit.

POS VI

Pos 6 ini berada diketinggian 2.550 mdpl dan disekitar pos 6 ini terdapat beberapa tempat yang cukup luas untuk mendirikan tenda. dari pos 5 ke pos 6 kalian akan menemukan trek yang menanjak dan masih berupa trek tanah yang didominasi akar-akar dan pepohonan. untuk menuju pos 6 ini membutuhkan waktu kurang lebih 35 menit.

POS VII

Pos 7 adalah lokasi camp area yang sangat cocok untuk menanti sunrise di Puncak Gunung Cikuray karena lokasinya dan dekat dengan puncak. pos 6 ke pos 7 kalian akan melalui trek yang sempit dan disepanjang jalur akan ada petunjuk arah ke jalur pemancar dan ke Dangiang. untuk menuju pos 7 ini membutuhkan waktu sekitar 65 menit.

PUNCAK GUNUNG CIKURAY

Dari pos 7 menuju ke puncak, vegetasi mulai terbuka pertanda sudah sampai di Puncak Gunung Cikuray. Puncak Gunung Cikuray berupa lahan datar yang tidak cukup luas namun beberapa pendaki kadang camp di puncak walaupun sudah ada peringatan untuk dilarang camp di puncak utama. oh iya di puncak kalian akan menemukan sebuah bangunan berukuran 2,5x2,5 meter yang menjadi pertanda Puncak Gunung Cikuray yang berbentuk kerucut sempurna di depan Gunung Papandayan. Untuk menuju ke Puncak Gunung Cikuray membutuhkan waktu 20 menit dari pos 7.

Nah itu estimasi perjalanan pendakian menuju ke Puncak Gunung Cikuray, jika kalian ingin mendaki Gunung Cikuray ini persiapkan fisik dan mental kalian ya ..

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

2/02/2020

Jalur Pendakian Gunung Cikuray via Bayongbong

Pendakian gunung Cikuray via Bayongbong adalah pendakian cikuray dengan jalur terberat. Banyak dari para pendaki yang mengakui bahwa jalur Bayongbong memang berat dengan treknya curam dan terjal. Namun begitu jalur Bayongbong adalah jalur terpendek ketimbang dua jalur cikuray lainnya.
Gunung Cikuray
Gunung Cikuray


Jalur Bayongbong terletak di kecamatan Bayongbong, kabupaten Garut.

Akses menuju basecamp pendakian tidaklah sulit. Daerah kaki gunung Cikuray sudah cukup dikenal bagi kalangan masyarakat Garut. Untuk menuju ke basecamp para pendaki bisa mengandalkan moda transportasi angkot maupun ojek. Kebanyakan dari sopir atau tukang ojek sudah paham betul aksesnya.

TRANSPORTASI DAN ESTIMASI BIAYA

  • Dari arah jawa timur/jawa tengah dsb bisa menggunakan kereta api lalu turun di Bandung (Stasiun Kiara condong).
  • Kiara condong Bandung – lanjut angkot/bis/elf ke Garut (sekitar 25rb)
  • Turun di terminal Guntur (Garut) – menuju basecamp Bayongbong dengan ojek (sekitar 15rb) atau sewa angkot jika rombongan
  • Dari jabodetabek bisa menggunakan GPS. Petunjuk nanti sangat mudah karena memang Byongbong sudah populer, atau lebih mudahnya cek lokasi dulu di Garut via GPS

Gunung Cikuray adalah gunung tertinggi keempat di jawa barat. Gunung ini memiliki ketinggian sedang yakni 2.821 mdpl (meter di atas permukaan laut). Bagi para pendaki maupun wisatawan dari daerah jawa barat, maupun ibu kota Jakarta, Gunung Cikuray sudah sangat terkenal dan menjadi objek pendakian yang menyenangkan. Sekain aksesnya mudah, ketinggiannya juga sedang dan tidak membutuhkan waktu lama untuk mendakinya.

BASECAMP BAYONGBONG

Pos pendaftaran via Bayongbong. Tiket masuk sebesar Rp 10.000

MEMULAI PENDAKIAN

Basecamp/pos 1 – Pos 2 Paparete (1 jam)

Awal pendakian kita akan melewati jalur ladang warga. Pemandangan sejuk nan indah akan kita jumpai.

Pos 2 – Pos 3 Kandang bagong (2 jam)

Pos 3 – Pos 4 Chatell (30 menit)

Pos 4 – Pos 5 Plesetan (1 jam)

Pos 5 – Pos 6 Sanghyang bengkonang (45 menit)

Pos 6 – Puncak Cikuray (30 menit)


Total pendakian sekitar 6 jam. Dan perjalanan turun gunung ambil kurang 50% nya jadi sekitar 3 jam. Kebanyakan para pendaki memilih puncak cikuray sebagai tempat mendirikan tenda. Di sekitar puncak banyak spot kosong dan pohon yang bisa untuk mendirikan tenda. Biasanya pendaki mendirikan tenda dan paginya langsung menikmati sunset dari puncak tanpa harus mendaki lagi.

Yang unik, di puncak tak jarang ada yang jualan (stiker, suvenir dll). Terdapat pula bangunan dari semen yang dinamakan shelter cikuray (2821 mdpl) yang dianggap juga sebagai patok penanda puncak di gunung Cikuray.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

1/26/2020

5 Tips Agar Terhindar dari Dehidrasi Saat Mendaki

Dehidrasi
Dehidrasi

Apakah Sobat Tapak Tilas Adventure pernah kehilangan konsentrasi saat mendaki? Hati-hati; hilang konsentrasi merupakan salah satu tanda dehidrasi. Dampak yang lebih berbahaya, dehidrasi menyebabkan cepat lelah dan pusing.

Untuk menghindari dehidrasi saat mendaki, Sobat Tapak Tilas Adventure bisa menerapkan tips-tips di bawah ini. Simak ulasannya, yuk!

Bawa Air di Tas Carrier

Persediaan air minum pribadi bisa membantu Sobat Tapak Tilas Adventure terhindar dehidrasi. Pasalnya, Sobat Tapak Tilas Adventure tidak perlu menunggu teman jika ingin minum  air. Supaya mudah mengambil botol air minum, pastikan meletakkannya di kantong tas bagian depan.

Di samping itu, bawalah beberapa botol minum sebagai cadangan. Upayakan botol tersebut bisa masuk ke dalam tas carrier. Untuk jenis botol, pilih water bladder, PET, atau botol minum berbahan stainless steel.

Minum Air Putih secara Teratur Selama Pendakian

Hal yang perlu diingat ketika Sobat Tapak Tilas Adventure mendaki adalah meminum air putih sebelum berangkat. Pastikan, membaca doa dan minum secara perlahan. Jika sudah mulai berjalan, cek selalu jeda waktu minum pertama dengan seterusnya.

Sebagai contoh, Sobat Tapak Tilas Adventure minum air putih jam enam pagi. Selang 30 menit, Sobat Tapak Tilas Adventure harus minum lagi dengan pelan-pelang. Porsinya kira-kira 150—250 ml per 30 menit.

Minumlah Air Dingin

Udara pegunungan di siang hari cenderung panas. Akibatnya, pendaki lebih cepat haus. Itu sebabnya, Sobat Tapak Tilas Adventure harus menyediakan stok air putih dingin sebelum pendakian. Dibandingkan air hangat, air dingin lebih mudah terserap oleh usus. Suhu maksimal untuk air dingin di kawasan pegunungan biasanya mencapai 10°C – 13°C.

Jangan Minum Air Gula

Sobat Tapak Tilas Adventure pernah minum air gula sebelum mendaki? Sebenarnya, air gula tidak boleh diminum ketika melakukan pendakian, begitu pula dengan minuman kopi, teh manis, dan sirup.  Meskipun air gula bisa memberikan energi besar, zat tersebut menjadi pemicu utama lemahnya saluran kemih.

Isi Botol Minuman yang Kosong di Perairan Gunung

Sebelum berangkat, Sobat Tapak Tilas Adventure harus mencari info sebanyak-banyaknya mengenai sumber mata air bersih di pegunungan. Nantinya, sumber mata air tersebut bisa Sobat Tapak Tilas Adventure manfaatkan untuk mengisi botol yang kosong.

Jika tidak ada sumber air, gunakan air hujan. Supaya air hujan jernih, endapkan sejenak di wadah air minum. Setelah kotoran mengendap, tuang di semua botol yang Sobat Tapak Tilas Adventure miliki.

Sumber air minum juga bisa Sobat Tapak Tilas Adventure dapatkan dari rembesan air di dinding gua. Akan tetapi, air tersebut harus dicek kemurniannya. Pastikan air tidak berasa, berwarna, serta beraroma kurang sedap.

Jadi, sekarang sudah tahun, kan? Dehidrasi saat mendaki dapat dicegah dengan menerapkan tips-tips di atas. Jika Sobat Tapak Tilas Adventure tidak ingin cepat haus, upayakan minum air secara bertahap.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

1/19/2020

5 Cara Melakukan Aklimatisasi Instan Sebelum Pendakian

Aklimatisasi Instan
Aklimatisasi Instan

Pendakian yang dilakukan di gunung dan memiliki perbedaan ketinggian dari tempat kita berasal sangat sulit. Kita harus menyesuaikan diri dengan banyak hal mulai dari suhu, tekanan udara, angin, sinar matahari, cara bernapas, dan hal lainnya agar tidak mengalami sakit selama perjalanan dan gagal sampai di puncak.

Sobat Tapak Tilas Adventure yang ingin melakukan perjalanan ke gunung memang tidak disarankan langsung ke puncak sebelum aklimatisasi. Berikut beberapa cara melakukan aklimatisasi yang bisa dilakukan agar tidak sakit selama mendaki.

Mendaki Gunung

Menginap Sejenak Sebelum Mendaki

Kalau Sobat Tapak Tilas Adventure ingin menyesuaikan diri dengan medan pendakian dengan cepat, menginap di basecamp atau akomodasi dekat lokasi pendakian sangat direkomendasikan. Cara ini banyak dilakukan oleh banyak pendaki untuk membuat tubuh mereka menjadi lebih sehat, tenaga terisi, dan tidak kelelahan.

Kadang kala perjalanan ke titik awal pendakian memakan waktu lama dan Sobat Tapak Tilas Adventure kelelahan. Dengan tidur, aklimatisasi bisa dilakukan dengan baik dan tubuh juga menjadi lebih nyaman dan bebas lelah.

Buat Tubuh Kenyang

Jangan sesekali naik dalam kondisi tubuh yang lapar. Kalau tubuh lapar, kemungkinan terjadi hipotermia akan besar. Pasalnya suhu tubuh tidak meningkat karena tidak ada metabolisme. Pastikan sudah mengisi tenaga terlebih dahulu agar tubuh menjadi lebih kuat dan siapa melakukan penjelajahan.

Selain makan, minum juga air putih yang lebih banyak. Kalau biasanya minum segelas saja, sekarang minum dua gelas. Kalau tubuh kekurangan cairan selama mendaki, tubuh akan semakin susah menyesuaikan diri dengan lingkungan

Lakukan Perjalanan dengan Santai

Perjalanan harus dilakukan dengan intensitas sedang. Tidak terlalu lambat atau terlalu cepat. Hal ini dilakukan untuk membuat tubuh mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan perlahan-lahan. Kalau berjalan terlalu cepat Sobat Tapak Tilas Adventure akan mudah sekali lelah dan penyesuaian diri sulit terjadi. Kalau terlalu lambat akan lama sampai di puncak, kalau keburu malam akan berbahaya.

Pertimbangkan Penggantian Potasium

Saat melakukan pendakian dan tubuh berkeringat, potasium yang ada di dalam tubuh akan ikut keluar dengan sendirinya. Rendahnya potasium akan berbahaya untuk tubuh karena bisa menyebabkan nyeri pada otot termasuk kram di kaki. Pastikan membawa bekal yang tinggi potasium seperti pisang agar bisa bertahan saat suhu dan tekanan berubah.

Teknik Aklimatisasi Sebelum Mendaki

Gunakan Pelindung Wajah

Meski sepele, jangan lupa gunakan pelindung wajah. Meski di atas gunung udara panas dari matahari kerap tidak terasa, kulit bisa terbakar setelahnya. Selalu gunakan krim tabir surya atau menggunakan kain pelindung lainnya.

Inilah beberapa cara melakukan aklimatisasi instan yang bisa Sobat Tapak Tilas Adventure lakukan sebelum melakukan pendakian ke atas gunung. Simak dengan baik cara di atas agar Anda tidak mengalami gangguan sejak awal perjalanan hingga akhirnya sampai di puncak dan kembali pulang.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

1/12/2020

Tips Melakukan Manajemen Waktu Pendakian yang Tepat

Manajemen Waktu Pendakian
Manajemen Waktu Pendakian

Melakukan pendakian gunung yang tinggi di Indonesia bukanlah pekerjaan yang mudah. Kita tidak boleh mendaki dengan asal modal nekat saja. Asal kuat berjalan jauh, kita tidak acuh dengan banyak hal penting lainnya. Akibatnya kita terlalu lelah di jalan dan tidak bisa lanjut sampai puncak.

Kalau Sobat Tapak Tilas Adventure tidak mau mengalami masalah dengan waktu dan tenaga selama mendaki, simak tips manajemen waktu pendakian di bawah ini.

Mendaki Gunung

Tahu Karakteristik Gunung Terlebih Dahulu

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh pendaki Gunung Indonesia adalah mereka tidak mau melakukan riset terkait dengan kondisi gunung yang ada di daki. Setiap gunung memiliki keunikan sendiri-sendiri yang tidak bisa disamaratakan. Sobat Tapak Tilas Adventure harus melakukan riset langsung seperti wawancara orang yang pernah ke sana.

Dengan mengetahui karakteristik gunung, persiapan bisa dilakukan dengan matang. Keserakahan demi kesalahan yang membuat perjalanan menjadi molor bisa sedikit diminimalkan.

Memahami Kondisi Fisik

Setelah memahami kondisi gunung, pahami juga kondisi fisik yang sedang dimiliki. Kalau Sobat Tapak Tilas Adventure baru pemula mendaki ke gunung dengan waktu tempuh tinggi, ada baiknya untuk menyiapkan fisik dahulu. Jangan hanya modal nekat atau seru-seruan saja lalu di atas gunung merepotkan banyak orang.

Pendaki Gunung

Mengetahui Lokasi Basecamp dan Sejenisnya

Melakukan perjalanan ke gunung juga harus dibuat perencanaan yang matang. Itinerary atau rencana perjalanan harus dilakukan dengan benar. Kapan saja harus sampai di basecamp, check point, atau tinggal sementara di dekat untuk aklimatisasi. Buat semuanya dengan baik berdasarkan riset dan juga tanya langsung kepada mereka yang pernah melakukannya.

Tahu Kapan Harus Beristirahat

Saat berada di atas gunung jangan sering nekat dan enggan melakukan istirahat. Meski perjalanan jauh, istirahat harus dilakukan dengan benar. Kalau memaksakan diri agar bisa segera sampai ke puncak justru berbahaya untuk kesehatan. Tubuh jadi mudah lelah atau terjadi kecelakaan selama perjalanan. Pahami berapa lama harus beristirahat agar tubuh tidak lemas dan tidak malas naik karena lama berhenti.

Memiliki Target Sampai

Miliki target yang jelas sebelum naik ke atas gunung. Misal Sobat Tapak Tilas Adventure memiliki target perjalanan 12 jam total. Lalu pada beberapa jam pertama harus sampai di check point tertentu dan seterusnya. Dengan memiliki target yang jelas seperti ini Sobat Tapak Tilas Adventure tidak akan sembarangan saat mendaki dan selamat sejak berangkat hingga pulang.

Dengan menerapkan beberapa tips pendakian di atas, Anda bisa melakukan pendakian dengan lebih mudah dan tepat waktu. Jangan sepelekan hal sekecil apa pun karena mendaki di gunung tidak akan sama dengan jalan-jalan di lapangan yang datar. Ada banyak risiko yang Sobat Tapak Tilas Adventure harus hindari.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

1/05/2020

Begini Cara Memasak Nasi Saat Camping Di Gunung yang Benar

Apakah Sobat Tapak Tilas Adventure berencana kemah di akhir pekan ini? Jangan lupa, pelajari cara memasak nasi saat kemah. Nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang mampu mengenyangkan secara cepat. Selain itu, nasi menjadi sumber energi agar tubuh tetap sehat dan kuat selama berkemah.
Memasak Nasi Saat Camping
Memasak Nasi Saat Camping


Lantas, bagaimana cara memasak nasi yang benar ketika berkemah? Sobat Tapak Tilas Adventure bisa menggunakan trik berikut ini untuk menanak nasi sampai matang. Yuk, simak!

Langkah-Langkah Memasak Nasi Menggunakan Nesting

Nesting merupakan perlengkapan masak wajib yang harus dibawa oleh pendaki. Alat ini berbahan aluminium dengan bentuk kotak, memiliki kuping untuk pegangan, dan rangkap 3 - 4. Sepintas susunan nesting tersebut mirip rantang.

Bagian samping nesting terdapat pedangan berbahan karet. Ketika Sobat Tapak Tilas Adventure sedang memasak, pegangan inilah yang bersentuhan langsung dengan tangan.

Soal ukuran, nesting terbilang minimalis. Sobat Tapak Tilas Adventure bisa memasukkannya ke dalam tas carrier. Untuk menemukan perlengkapan masak yang praktis ini, Sobat Tapak Tilas Adventure dapat membeli di toko perlengkapan outdoor untuk mendaki.

Nah, sebagai pedoman dalam memasak nasi menggunakan nesting, Sobat Tapak Tilas Adventure bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.

Sebelum mulai memasak, siapkan nesting, kompor portable, gas, dan air. Jangan lupa, sediakan beras secukupnya.

Langkah berikutnya, masukkan beras ke wadah atau nesting. Kemudian, tuangkan air bersih dengan perbandingan 1 : 2 ke dalam wadah. Jika diperlukan, Sobat Tapak Tilas Adventure bisa mencuci beras dua kali sampai dirasa bersih.

Kalau beras sudah bersih, segera panaskan air dengan perbandingan seperti di poin nomor 3. Masukkan beras ke dalam air tersebut, lalu biarkan selama 7 - 12 menit. Pastikan, air itu benar-benar mendidih sebelum dimatikan kompornya.

Langkah keempat; aduk-aduk beras yang ada di dalam nesting berulang kali. Pengadukan ini bertujuan agar air lekas menyatu dengan beras.

Tahap kelima; tutup nesting yang berisi beras dan air. Lalu, kecilkan api sampai kira-kira 15 menit.

Terakhir; buka tutup nesting dan aduk nasi menggunakan sendok. Pastikan, tekstur nasi sudah tidak basah saat diaduk. Setelah diaduk, diamkan beberapa menit sebelum disantap.

Cara memasak nasi menggunakan nesting di atas dibantu dengan alat kompor gas mini. Jika alat tersebut dirasa kurang praktis, Sobat Tapak Tilas Adventure bisa memakai kompor berbahan bakar spiritus. Namun, untuk menyalakan api kompor ini cukup sulit. Namun, untuk menyalakan api kompor ini cukup sulit.

Sementara keunggulannya, kompor spiritus bisa menjadikan nasi bertekstur lembut dan tidak mudah gosong.

Itulah cara memasak nasi saat kemah di tempat mana pun. Selain mempersiapkan peralatan memasak nasi yang tepat, Sobat Tapak Tilas Adventure juga perlu menyediakan beras berkualitas. Jadi, proses memasaknya lebih cepat dan terasa pulen saat disantap.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

12/29/2019

5 Tips Mendaki Saat Haid Agar Nyaman dan Aman

Mendaki Saat Haid Agar Nyaman dan Aman
Mendaki Saat Haid Agar Nyaman dan Aman

Mendaki saat haid merupakan tantangan tersendiri bagi perempuan. Pasalnya, kondisi fisik perempuan yang sedang menstruasi cenderung mudah letih. Selain itu, sebagian orang percaya, perempuan tidak boleh melakukan pendakian selama haid dengan alasan mistis.

Namun, bagi Sobat Tapak Tilas Adventure yang hidup di zaman modern, semua masalah tersebut bisa diatasi. Caranya dengan menerapkan tips-tips berikut.

Persiapkan Fisik Sobat Tapak Tilas Adventure

Kesehatan dan kekuatan fisik adalah syarat utama yang harus dipenuhi oleh pendaki. Padahal, perempuan kerap mengalami nyeri ketika menstruasi. Bahkan, sebagian perempuan sulit bangun dari tempat tidur manakala nyeri menyerang.

Solusinya, Sobat Tapak Tilas Adventure harus latihan fisik ringan sebelum mendaki. Pastikan, daya tahan tubuh kuat, bebas dari anemia, pusing, maupun kram perut.

Bawa Pembalut Sesuai Kebutuhan

Tips kedua; cek secara teliti jumlah pembalut yang akan Sobat Tapak Tilas Adventure bawa sebelum berangkat ke lokasi pendakian. Misalnya, pendakian membutuhkan waktu sekitar dua hari, berarti minimal membawa delapan pembalut. Simpan di kantong tas paling depan supaya mudah mengambilnya.

Untuk ukuran pembalut, pilih yang panjang dan lebar. Pastikan juga, pembalut tersebut mudah menyerap cairan. Jangan lupa, ganti pembalut setiap 4 jam sekali di tempat aman dan nyaman.

Konsumsi Air Putih Secukupnya

Ketika mendaki, Sobat Tapak Tilas Adventure membutuhkan lebih banyak air putih, terutama bagi yang sedang haid. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, nyeri haid tidak akan terasa. Selain itu, fisik menjadi kuat dan segar setiap saat.

Pastikan Buang Air Kecil di Tempat yang Tepat

Apakah Sobat Tapak Tilas Adventure sering buang air kecil? Hati-hati; perempuan yang sedang haid harus pandai mencari tempat buang air kecil. Tujuannya, supaya tidak mengotori lingkungan.

Di samping itu, bawalah tisu basah untuk membersihkan organ intim. Namun, ingat, jangan membuang tisu sembarangan. Jika tidak menemukan tempat sampah, sebaiknya simpan tisu di dalam plastik. Lalu, masukkan ke tas ransel Sobat Tapak Tilas Adventure.

Patuhi Peraturan Pendakian

Tahukah Sobat Tapak Tilas Adventure, beberapa peraturan di gunung kadang kala tidak tertulis? Sebagian justru terucap dari pesan warga sekitar atau juru kunci gunung.

Sebagai contoh, di pegunungan ada sungai jernih dengan bebatuan unik di dalamnya. Melihat keindahan bebatuan, banyak pendaki yang mengambilnya. Padahal, juru kunci sudah mengingatkan Sobat Tapak Tilas Adventure untuk tidak membawa pulang apa pun dari gunung.

Menurutnya, kalau aturan ini dilanggar, biasanya ada hal buruk yang terjadi. Meski Sobat Tapak Tilas Adventure enggan memercayai mitos tersebut, minimal patuhi aturannya. Berpikir positif saja; anggap peringatan itu bertujuan untuk menjaga kelestarian alam.

Demikian beberapa tips mendaki saat haid untuk pendaki wanita. Mendaki bukan perkara mudah; butuh keberanian dan keterampilan supaya selamat sampai tujuan. Selain itu, perhatikan setiap larangan selama di pendakian, pesan juru kunci, dan jagalah kebersihan lingkungan pegunungan.

Terima Kasih Salam Lestari ...

#tapaktilasadventure

12/22/2019

Latihan Fisik yang Perlu Dilakukan Agar Kuat Mendaki Sampai Puncak

Latihan Fisik
Latihan Fisik

Mendaki gunung termasuk aktivitas yang berat, bahkan esktrem. Jalanan terjal dan menanjak, jarak tempuh yang jauh, suhu udara yang rendah, ditambah carrier berat di punggung adalah tantangan yang harus dihadapi setiap pendaki.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, ada beberapa latihan fisik sebelum mendaki yang wajib dilakukan, yaitu:

Olahraga Kardio

Kardio merupakan jenis olahraga yang penting dilakukan sebelum mendaki. Selain melatih otot jantung dan memperbaiki sistem kerja paru-paru, gerak fisik ini juga dapat memperlancar aliran darah dan membakar lemak sehingga napas menjadi teratur dan tubuh lebih enteng dibawa naik gunung.

Jogging

Jogging termasuk jenis olahraga kardio yang paling ringan. Lari-lari kecil ini sangat efektif untuk melatih otot kaki agar kuat mendaki. Setidaknya sebulan sebelum naik gunung, lakukan jogging secara rutin dengan jarak lari yang terus bertambah sampai kakimu terbiasa.

Squat Jump

Aktivitas naik gunung membutuhkan kekuatan otot paha dan kemantapan langkah kaki. Nah, ini bisa dicapai dengan melakukan squat jump secara rutin, minimal 5 x 30 lompatan setiap hari usai jogging. Latihan ini akan membuat otot paha lebih kuat, sehingga tidak mudah lelah dan gemetar saat mendaki.

Lari di Jalanan Menanjak

Agar terbiasa dengan track pendakian yang menanjak, Sobat Tapak Tilas Adventure juga perlu melatih fisik dengan berjalan/berlari di jalanan yang menanjak. Selain melatih otot kaki, olahraga ini juga bagus untuk membangun fleksibilitas dan keseimbangan pada kaki, punggung, serta bahu.

Push-up

Naik gunung tak hanya mengandalkan otot kaki, tapi juga tangan yang diperlukan saat memanjat, menyeimbangkan tubuh, dan merangkak di tanjakan curam.

Cara melatih otot tangan adalah dengan push-up. Jika dilakukan secara rutin, bukan hanya otot tangan yang kuat, tapi juga punggung yang lebih kokoh untuk menggendong beban berat carrier/ransel.

Latihan Pernapasan

Jalanan menanjak dan perbedaan tekanan udara di gunung pasti akan membuatmu lebih sulit bernapas. Diperlukan kinerja paru-paru dan sistem pernapasan yang baik agar Sobat Tapak Tilas Adventure bisa mendaki dengan aman dan nyaman.

Beberapa latihan fisik sebelum mendaki yang tak boleh dilewatkan adalah berenang, senam, serta yoga. Lakukan secara rutin, setidaknya seminggu 3x sebulan jelang keberangkatan agar hasilnya lebih maksimal.

Oh ya, Sobat Tapak Tilas Adventure juga perlu beradaptasi dengan hawa dingin di gunung, lho. Caranya dengan rutin berlari pada pukul 4 pagi. Latihan ini akan membuat tubuh terbiasa dengan cuaca gunung yang ekstrem, terutama pada malam hari.

Selain melakukan latihan fisik sebelum mendaki, jangan lupa istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi seimbang agar tubuh tetap prima saat naik gunung nanti. Semoga bermanfaat!

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

12/15/2019

6 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Wanita

Mendaki Untuk Wanita
Mendaki Untuk Wanita

Mendaki untuk wanita itu gampang-gampang susah. Simak tips berikut agar pendakianmu tetap aman.

Mendaki adalah aktivitas yang tak hanya digemari laki-laki, tapi juga kaum hawa. Berbeda dengan traveling, pendakian gunung akan lebih menantang dan melelahkan, mengingat terjalnya medan dan suhu yang bisa turun drastis pada malam hari.

Nah, buat Sobat Tapak Tilas Adventure yang punya rencana untuk muncak dalam waktu dekat, perhatikan dulu tips mendaki untuk wanita berikut agar perjalananmu tetap aman dan nyaman.

Olahraga

Mendaki tergolong aktivitas berat. Sobat Tapak Tilas Adventure perlu mempersiapkan fisik sebaik mungkin agar stamina tetap oke selama pendakian. Oleh karena itu, calon pendaki sangat dianjurkan untuk berolahraga secara rutin sejak jauh-jauh hari.

Mulailah dengan jogging ringan, lalu perlahan lanjutkan dengan berlari. Selain melemaskan otot yang kaku, gerak fisik secara aktif juga bisa membantu menurunkan berat badan sehingga Sobat Tapak Tilas Adventure bisa lebih nyaman saat mendaki.

Persiapkan Perlengkapan

Selain makanan dan minuman, perlengkapan yang wajib disiapkan para pendaki perempuan adalah carrier berukuran sedang, jaket dan sepatu gunung, sleeping bag, matras, jas hujan, celana gunung/celana kargo, sarung tangan, penutup kepala, kacamata hitam, headlamp, dan peralatan lain yang diperlukan.

Kenali Siklus Menstruasi

Tidak seperti pria yang bebas mendaki kapan saja, wanita perlu menyesuaikan jadwal pendakian dengan siklus menstruasinya. Terlepas dari mitos yang melarang perempuan haid untuk mendaki, siklus bulanan ini memang biasanya dibarengi dengan berbagai keluhan dan nyeri yang bisa mengganggu aktivitas. Nah, agar kegiatan pendakian tak terkendala, pastikan waktunya tidak berbarengan dengan jadwal menstruasimu, ya.

Pilih Pakaian yang Tepat

Pemilihan pakaian mendaki juga perlu diperhatikan, lho. Baik laki-laki maupun perempuan lebih disarankan memakai baju lengan panjang. Selain menghalau panas dan dingin, pakaian jenis ini juga bisa menghindari risiko kulit luka akibat terkena ranting pohon atau gigitan binatang selama perjalanan.

Bawa Obat-Obatan

Mendaki gunung selalu penuh risiko. Jadi jangan lupa untuk menyiapkan obat-obatan di kotak P3K seperti plester, obat merah, obat nyeri, pembersih luka, pembalut, serta obat-obatan pribadi yang dibutuhkan.

Selain itu, Sobat Tapak Tilas Adventure juga disarankan untuk membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang bagaimana tata laksana saat terjadi patah tulang, pembidaian, cara memberikan CPR, fiksasi, dan sebagainya.

Jangan Malu untuk Istirahat

Kebanyakan pendaki gagal mencapai puncak karena terlalu malu untuk beristirahat padahal sudah sangat lelah. Nah, Sobat Tapak Tilas Adventure, sebaiknya hindari perasaan gengsi semacam ini saat mendaki, ya. Ingat, keselamatanmu lebih penting dari apa pun.

Jangan sungkan meminta rombongan untuk beristirahat kalau memang sudah merasa lelah. Lemaskan otot, atur napas, dan penuhi kebutuhan nutrisi dengan makan/minum agar tubuh kembali fit untuk melanjutkan pendakian.

Nah, dengan memenuhi tips-tips mendaki untuk wanita di atas, petualangan Sobat Tapak Tilas Adventure nanti dijamin akan makin berkesan. Sampai jumpa di puncak, ya!

Terima Kasih Salam Lestari ...

#tapaktilasadventure

12/08/2019

7 Cara Menghangatkan Tubuh yang Benar Saat Berada Di Gunung

Salah satu masalah terbesar dari pendakian bukanlah medan atau kondisi fisik seseorang saja. Terkadang, beberapa pendaki harus rela sebelum ke puncak karena tidak bisa menghangatkan tubuhnya dengan baik. Gunung memiliki udara yang sangat dingin, bahkan saking dinginnya bisa membuat embun jadi membeku.
Menghangatkan Tubuh
Menghangatkan Tubuh


Sobat Tapak Tilas Adventure yang akan melakukan perjalanan ke atas gunung ada baiknya mempelajari beberapa life hack di atas gunung. Salah satu trik untuk bisa bertahan adalah bisa menghangatkan tubuh dengan benar, berikut cara yang bisa dilakukan.

Mendaki Gunung

Semua Pakaian dalam Kondisi Kering

Kalau Sobat Tapak Tilas Adventure tidak mau kedinginan pastikan melepas semua pakaian yang basah entah karena air atau karena keringat. Memakai pakaian basah dalam kondisi cuaca yang dingin akan membuat tubuh semakin dingin. Lepas ganti pakaian kering untuk menghindari sensasi dingin yang menempel di tubuh.

Membuat Api Unggun

Buat api unggun di sekitar tempat tidur. Sobat Tapak Tilas Adventure dan rekan bisa berada di sekeliling api unggun untuk menghangatkan tubuh. Saat membuat api unggun pastikan sekeliling tidak berisiko tersambar api dan membakar tenda atau sekitarnya. Saat akan tidur, segera matikan api yang besar agar tidak terbawa angin dan menyebar ke mana-mana.

Menggunakan Jaket Tebal

Gunakan jaket tebal dan pakaian yang akan mencegah keluarnya udara panah dari tubuh. Beberapa jenis pakaian akan menyimpan suhu tubuh sehingga udara dingin dari luar tidak bisa masuk.

Minum Sesuatu yang Hangat

Minum sesuatu yang bisa menghangatkan tubuh. Berbagai jenis air hangat bisa dikonsumsi untuk membuat perut jadi nyaman. Selain itu, Sobat Tapak Tilas Adventure juga bisa membuat wedang jahe atau sejenisnya yang memberikan efek hangat jauh lebih lama dari air hangat biasa.

Tidak Sedang Lapar

Tubuh yang kelaparan cenderung dingin. Oleh karena itu buat tubuh makan sesuai dengan kebutuhannya. Usahakan makanan yang masuk mengandung protein hewani tinggi dan juga karbohidrat. Paduan dua nutrisi itu akan membuat tubuh jadi lebih hangat, kenyang, dan nyaman.

Tidur Berimpit-impitan

Tidurlah berimpit-impitan dengan beberapa rekan kalau satu kelompok semuanya lelaki atau perempuan saja. Dengan tidur berimpitan, udara panas dari tubuh masing-masing orang akan terkumpul dan membuat suasana di dalam tenda tidak dingin.

Mengoleskan Balsem

Gunakan balsem yang memberikan efek hangat di beberapa bagian tubuh yang sensitif dengan dingin. Area telapak tangan, perut, punggung, hingga telinga kadang menyerap dingin dengan cepat dan memicu masuk angin atau kondisi tidak nyaman lainnya.

Inilah beberapa cara yang bisa Sobat Tapak Tilas Adventure lakukan untuk membuat tubuh tetap hangat saat berada di atas gunung. Lakukan beberapa cara di atas agar tidak mengalami hipotermia dan tubuh mengalami gangguan yang cukup fatal.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

12/02/2019

Inilah Estimasi Biaya Menuju ke Gunung Prau Wonosobo Jawa Tengah

Gunung Prau memiliki ketinggian 2.565 sekitar mdpl, termasukd alam gunung dengan ketinggian sedang, dibanding dengan beberapa gunung yaitu , Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Slamet dan Gunung Unggaran. Tapi ada hal yang menarik di Gunung Prau yaitu fenomena sunset dan sunrise nya.
Gunung Prau
Gunung Prau


Gunung Prau sendiri berada di perbatasan tiga kabupaten yaitu, Kab. Banjarnegara, Kab. Wonosobo, Kab. Batang dan Kab. Kendal. Karena Bentuk Gunung Prau ini yang memanjang seperti perahu.

Transportasi dan estimasi biaya ke Gunung Prau

Menuju Gunung Prau dari Jakarta

Jika kalian berada didaerah Jakarta, kalian bisa naik dari Terminal Kampung Rambutan. Ada 3 Bus Jurusan Jakarta - Wonosobo yaitu Bus Sinar Jaya, Bus Dieng Indah dan Pahala Kencana. Tarif masing-masing bus cukup bervarian diantaranya :

Bus Sinar Jaya (Bisnis AC) Jadwal Pemberangkatan jam 18:00 - 05:30 tarif Bus ini berkisar Rp. 89.000.

Bus Dieng Indah (Executive) Jadwal Pemberangkatan jam 18:30 - 05:30 tarif Bus ini berkisar Rp. 120.000.

Bus Pahala Kencana (Executive) Jadwal Pemberangkatan jam 17:00 - 02:05 tarif Bus ini berkisar Rp. 140.000.

Menuju Gunung Prau dari Bogor

Jika kalian berada didaerah Bogor, kalian bisa naik dari Terminal Baranangsiang Bogor. Bus Sinar Jaya Jurusan Bogor - Wonosobo dengan tarif Rp. 115.000 fasilitas kelas Executive AC. Jika kalian berangkat dari Terminal Bubulak Bogor kalian bisa naik Bus Murni Jaya dengan tarif Rp. 95.000 fasilitas kelas Patas AC.

Menuju Gunung Prau dari Depok

Jika kalian berada didaerah Bogor, kalian bisa naik dari Terminal Depok. Bus Sinar Jaya Jurusan Depok - Wonosobo dengan tarif Rp. 100.000 fasilitas kelas Executive AC.

Menuju Gunung Prau dari Bandung

Jika kalian berada didaerah Bandung,  kalian bisa naik dari Terminal Cicaheum Bandung. Ada 2 Bus Jurusan Bandung - Wonosobo yaitu Bus Budiman dan Bus Sinar Jaya. Bus Budiman (Bisnis AC) dengan tarif Rp. 85.000 plus 1 kali makan dan untuk Bus Sinar Jaya (Bisnis AC) dengan tarif Rp. 88.000.


Sebelum berangkat menuju ke Gunung Prau kalian cari tahu dulu estimasi biaya transportasi yang akan dikeluarkan, agar bisa membawa uang sesuai dengan kebutuhan dan tidak kurang, syukur-syukur membawa uang lebih. oke !!

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

10/24/2019

Kesurupan Nenek Penunggu Gunung Ciremai

Gunung Ciremai
Gunung Ciremai

Mendaki ke Gunung Ciremai pada tanggal 19 September 2018 detailnya pada hari Sabtu. Saya (Abriel) beserta teman-teman saya, Adi, Anwar, Bara, Dandi, Farid, Viki, Yana, Martha, Novia, dan Wulan. Kami semua melakukan pendakian ke Gunung Ciremai yaitu lewat jalur Palutungan.


Hari Sabtu tanggal 19 tepatnya pukul 08:00, kami semua berkumpul di rumah saya (Abriel) karena rumah saya yang paling deket dengan Basecamp pendakian Gunung Ciremai via Palutungan. Setelah kita semua packing dan merapihkan semua barang dan keperluan lainnya yang akan dibawa, kita langsung berangkat ke Basecamp untuk melakukan registrasi Simaksi ke pos tiket pendakian.

Setelah simaksi kurang lebih pukul 09:30 kami langsung berangkat menuju pos 1 yaitu Cigowong baru juga jalan sekitar kurang lebih 20 menit tiba-tiba pengen pulang dan engga mau lanjut tetapi Martha menanyakan kepada Novia pengen pulangnya dan memotivasi Novia agar dirinya lanjut setelah di obrolin bersama dan Novia dikasih motivasi akhirnya dia lanjutin perjalanan, untuk menuju ke pos 1 Cigowong kita memakan waktu yang cukup lama lebih lama dari biasanya karena terkadang Novia ingin pulang saja dan seakan-akan engga mau melanjutkan pendakian tapi anehnya dia juga terkadang suka tiba-tiba kaya maksa semangat banget buat lanjutin perjalanan.

Setelah kita istirahat shalat dan makan akhirnya kita melanjutkan perjalanan di tengah perjalanan seperti biasanya Novia mulai lagi kumat rasa pengen pulangnya dan akhirnya saya ajak ngobrol dan kali ini mulai oleh saya diberi motivasi terus dan saya kasih pilihan. "Kalo mau pulang ayo kita pulang aja, jangan maksain". Tapi dia ga mau kalo pulangnya di anter, dia pengen pulangnnya sendirian. Sebelum itu sekitar pukul 16:00 akhirnya kita sampai di pos 5 yaitu tanjakan Asoy.

Setelah sampai di tanjakan Asoy kita Shalat ashar dan istirahat cukup lama, setelah istirahat cukup lama akhirnya kita melanjutkan perjalanan menuju Pasanggrahan 1 karena disana dijadikan tempat tujuan kami untuk camp sebelum kita melanjutkan perjalanan ke puncak (Summit). Ya, tadinya sih melihat kondisi udah pada lemes enaknya camp di Asoy tapi saya mikir lagi dan nanyain ke temen-temen soalnya kalo summit dari Asoy kejauhan dan akhirnya kita semua sepakat untuk camp di Pasanggrahan 1.

Setelah itu Akhirnya kami semua sampai di Pasanggrahan jam 18:00, disana cukup ramai pendaki yang sudah mendirikan tenda lalu kita mencari lahan untuk mendirikan tenda karena kita akan mendirikan 3 tenda. Setelah mendirikan tenda kita semua ngeberesin barang bawaan, untuk dirapihkan didalam tenda, dan setelah beres-beres kita pun langsung memasak untuk makan agar tenaga kembali normal.

Setelah masak dan akhirnya kita ngobrol-ngobrol, tak terasa waktu pun menunjukan pukul 22:00 lebih saya pun menyuruh teman-teman saya untuk tidur karena rencana untuk melanjutkan ke puncak itu pukul 03:00 untuk mengejar sunrise dan melihat juga kondisi dari bawah sampai Pasanggrahan juga memakan waktu cukup lama jadi saya memutuskan untuk summit jam segitu.

Setelah semuanya dirapihkan karena mau tidur saya dan Dandi tidur duluan karena ketika saya menyuruh tidur, temen-temen yang lainnya bilang bentar dulu, katanya pengen nonton dulu film 5 cm. Yah sudah saya hiraukan dan saya pun engga memaksa mereka untuk tidur. Setelah itu karena kondisi fisik yang cukup melelahkan akhirnya saya dan Dandi langsung tidur.

Ketika saya lagi tidur kurang lebih sekitar pukul 23:30 tiba-tiba ada suara yang nangis, saya langsung bangun dan nanya ke Dandi karena pada saat itu dandi udah kebangun duluan.

saya pun nanya ke Dandi, "Si Novia kenapa Dan ?"
Dandi : "bukan Novia tapi si Wulan"

Kenapa saya nanyain Novia, karena saya kira Novia yang nangis melihat kondisi dari bawah tadi. Terus saya bilang "kenapa si Wulan ?" kata Dandi "biasaa". Pas Dandi bilang biasa, saya pun langsung mengerti maksud omongan yang dibilang Dandi.

Saya memanggil teman-teman yang diluar lalu nanyain kenapa katanya, "ga apa-apa udah lanjut tidur aja". Karena pada saat itu kondisi saya masih linglung dan ngantuk akhirnya saya pun langsung tepar tidur lagi. Baru juga sebentar saya ketiduran langsung terdengar lagi suara tangisannya Wulan.

Kali ini tangisannya agak lama dan kenceng, saya pun langsung bangun ketika saya bangun mau nyamperin ternyata udah ada dua orang yang satunya laki ranger dan yang satunya pendaki cewe. Si teteh dan ranger itu coba menanyakan keadaan bagaimana awalnya kepada teman-teman saya yang diluar dan teman-teman yang lainnya pada bilang bahwa, "tadinya lagi nonton film tetapi tiba-tiba Wulan itu nangis merengik", ucap teman saya menjelaskan ke si teteh itu dan ke ranger. Karena kondisi yang cukup mencekam akhirnya si teteh itu mengajak kita semua serombongan untuk membacakan surat Yasin dan akhirnya setelah membacakan surat Yasin bersama-sama pun kondisi Wulan lumayan stabil dan ketika diajak bicara dan ditanya oleh teteh itu dia sudah sadar karena sebelumnya hanya menunduk saja diam sambil nangis. Akhirnya setelah Wulan membaik, si teteh dan ranger itu kembali ke tendanya masing-masing. Setelah itu saya keluar tenda dan temen saya Yana bilang katanya dia liat ada si nenek di sekitar tendanya dan disitu bulu kuduk saya merinding karena saya bilang "yaudah jangan di ceritain diem aja", ucap saya ke Yana.

Terus saat saya masuk ke tenda dan mau nyuruh Dandi buat tidur, eh Dandi juga bilang kalo melihat sosok nenek dibelakang tenda tepatnya di tenda yang saya tiduri. Setelah itu saya pun keluar lagi dan menyuruh Yana untuk masuk ke tenda saya karena di tenda saya masih kosong, sedangkan tenda yang satunya cewe semua dan yang satunya penuh kasian yoweslah. Sayapun bilang "ya udah Yana, Dandi kalian tidur aja sana biar saya sama Adi aja yang jaga cewe.

Setelah mereka masuk tenda dan temen yang lainnya yaitu Anwar, Bara, Farid, dan Viki pun saya suruh tidur karena kasian mereka semua belum tidur. Sedangkan saya sudah tidur kurang lebih 2 jam, akhirnya saya dan Adi memutuskan untuk duduk dan jaga di tenda cewe, pas ditenda saya langsung nanya ke Novia.

Saya  : "Kamu engga apa-apa kan ?"
Novia : "Aku engga apa-apa cuma dingin doang".
Saya  : "Ya udahlah lanjut tidur aja, mau ke puncak atau disini aja ?"
Novia : "Pengen lanjut!".

Terus saya nanyain ke Wulan "gimana udah baik kamu ?"
Wulan : "Udah kok aku baik-baik saja".
Saya  : "Udah ya ga usah ke puncak, kita takut kamu kenapa-kenapa".

Wulan malah bilang "Engga mau ah, pengen ke puncak!". Dan dia maksa karena dia baru nyoba ke Ciremai. Ya udahlah karena saya juga engga enak kalo memaksa untuk tidak summit, akhirnya kesepakatan bersamma memutuskan untuk summit dan saya menuruti keinginannya. Lalu saya bilang ke Wulan "buruan kamu tidur nanti kalo engga tidur pas summitnya ngantuk loh".

Tapi Wulan bilang bahwa dia engga mau tidur dan engga ngantuk. Anehnya sehabis dia bilang engga mau tidur, dia langsung kaya orang ngantuk dan langsung nundukin kepala lalu merem karena pada saat itu kita lagi duduk. Terkadang Wulan tiba-tiba bangun dan kaya orang kaget ketika ditanya dia suka langsung kaya emosi gitu jawabnya, saya maklumin. Kejadian ini terjadi beberapa kali.

Anehnya setiap dia kebangun pas dia tidur langsung bilang "cepetan jam ayo ke puncak!". saya pun bilang "masih jam 1 malem tenang aja masih 2 jam tidur dulu". Omongan wulan ngajak lanjut ke puncak selalu terulang-ulang dan saya selalu bilang belum jam 3 tenang aja.

Akhirnya Wulan dan Novia tidur. Hanya saya, Martha dan Adi yang melek karena pada saat itu saya dan Adi berjaga berdua setelah yang lain pada tidur saya menyuruh Adi dan Martha untuk tidur dulu. Kemudian Adi tidur dan Martha masih belum tidur. Saya pun nanya. "kenapa kamu belum tidur ?". Martha bilang "engga ngantuk kok", dan saya memaksanya agar tidur dan berpesan jangan kosong pikiran apalagi ngelamun.

Lantaran pada saat itu terlihat oleh saya, dia seperti ngelamun gitu. Lalu Martha pun tidur. Waktu sudah menunjukan pukul 02:45, Viki memanggil saya dan bertanya mau lanjut atau tidak. Saya bilang "Kalo yang cewenya pada minta lanjut, ya saya turutin aja lanjut". Akhirnya saya suruh Viki buat membangunkan temen-temen. Saya membangunkan Adi, Wulan dan Novia. Setelah semua bangun dan kami membereskan apa saja yang akan dibawa ketika summit. Saat semuanya beres dan kami langsung lanjut summit untuk ke puncak. Baru juga sampe di pos bayangan antara Pasanggrahan 1 dan Pasangrahan 2, eh tiba-tiba Novia bilang.

Novia : "Itu apaan iiih serem!!"
Saya  : "Nov, diem!!!"
Novia : "Engga mau lanjut, aku mau pulang aja"
Saya  : "Ya udah Nov, kita balik aja ke tenda engga usah summit. Biarkan yang lain pada summit".

Tetapi anehnya dia itu tetep berjalan dan bilang mau pulang aja, dan ketika dia bilang mau pulang dia nunjuknya ke arah puncak. Terus sambil maksain narik-narik tangan Viki. Kita turutin, baru juga mau jalan tiba-tiba Wulan kaya orang pingsan gitu yang tadinya dia berdiri langsung kaya jatuh kemudian duduk dan dia menangis lagi.

Ketika saya tanya, "wulan kenapa ?" dia bilang "engga apa-apa cuma lemes doang". "Yah sudah kita turun saja kembali ke tenda", ucap saya. Tapi Wulan juga engga mau ketika di ajak ke tenda. Dan anehnya ketika Wulan berdekatan dengan Novia dia selalu begitu lagi kaya orang lemes dan langsung nangis merengek.

Akhirnya saya memilih untuk menyuruh Wulan dan temen-temen duluan. Saya, Martha, Novia, Adi, Yana dan Viki dibelakang. Wulan dan yang lainnya udah berjalan duluan, dan Novia mulai bilang lagi "ayo pulang ajaaa!", tapi anehnya dia selalu menunjuk ke arah jalan menuju puncak. Karena saat itu posisi saya sudah tau bahwa Novia sedang dirasuki si nenek, kelihatan dari mulai dia ngomong senyumannya sudah kaya si nenek penunggu Ciremai.

Ketika itu berjalan sebentar, terus saya suruh break dulu. Karena melihat dibelakan ada yang mau summit juga, terus saya nyamperin dan nanyain ke rombongan itu, "bang dari mana ?". "dari Cirebon mas". Saya langsung bilang pelan-pelan dan nanyain "ada yang bisa engga ?", dengan posisi si abang itu langsung tau apa yang saya maksud. Terus dia bilang "ada tuh yang dibelakang", katanya satu orang.

Dia pun memanggil temannya, saat temannya itu datang dan nanyain ke saya, "Ada apa mas ?", lalu saya bilang "ini mas, temen saya cewe ada yang kerasukan nenek penunggu Ciremai". Dan oleh si abang mau disamperin, lalu saya bilang "itu bang, Novia namanya". Ketika itu (sebut aja si abang), dia langsung berinteraksi dan pertamanya dia tanya kepada Novia "kamu siapa ?", tetapi Novia itu tidak menjawabnya. Dia hanya tersenyum dan tidak mengeluarkan omongan. Lalu si abang itupun membaca ayat-ayat Al-Quran dan sambil di pegang kepada Novia, sampe Novia itu menangis merengek (ya kalian pasti tau bagaimana gerakan orang yang sedang menangani kerasukan).

Sampe-sampe ketika ruh si nenek itu keluar dari tubuh Novia dan hampir mau masuk tubuh Martha. Karena dia bisa melihat, dia langsung bilang engga mau dan pada saat itu posisi Martha lagi berdekatan sama saya. Martha malah mencekik leher saya dengan sangat kuat sekali beda dari biasanya. Saya bilang "Martha kamu kenapa ? Lepasin ini sakit". Ketika dia melepas cekikannya, dia pun menangis dan bilang engga mau dan dia bilang katanya si nenek itu maksa terus pengen masuk ke tubuhnya Martha.

Tapi Martha mencegahnya dan disuruh jangan sebagian besar melamun sampe kosong pikiran. Akhirnya, setelah selesai si abang meminta air putih, untuk dikasih doa bacaan ayat Al-Quran lalu dibasuh ke Novia dan dikasih minum. Novia pun membaik dan ketika si abang mencoba tanya kepada Novia, dia pun menjawabnya beda dari sebelumnya yang hanya memberikan senyuman daat ditanya. Si abang bilang katanya bahwa dari tadi mulai mau summit juga ruh asli Novia itu engga ada yang ada hanya raganya saja dengan dirasuki si nenek itu. Bulu kuduk saya pun merinding dan saya bilang ke si abang itu, "Sebenernya bang, saya sudah sering kesini (karena saya orang lokal sini) baru ngalamin hal seperti ini. Saya pun kaget".

Si abang itu nanya lagi ke Novia, "gimana mau lanjut apa turun ?". Karena dia sudah sadar, dia bilang lanjut. Ya udah akhirnya lanjut dan si abang bersama rombongan yang dari Cirebon itu ngikut dibelakang, karena takut terjadi lagi. Setelah sampai di Pasanggrahan anehnya kan si abang itu megang lonceng krenceng biasa para pendaki, tetapi Novia malah bilang ke si abang itu takut sama lonceng yang dipegang si abang. Dan si abang bilang "Engga apa-apa ini cuman lonceng doang".

Lalu si abang itu memotivasi dan bilang ke Novia, "Pengen ke puncak Ciremai kan ? Ya udah ayo nanti kita ngopi bareng diatas". Akhirnya kita pun melanjutkan perjalanan ketika di pos bayangan sebelum pos Sanghiyang Ropoh, Wulan, Anwar, Farid dan Dandi sedang break. Tapi aneh ketika Novia deket sama Wulan, Wulan suka tiba-tiba kaya orang lembek gitu dan dia langsung duduk terus nangis merengik. si abang yang dari Cirebon itu nyamperin Wulan dan saat di tanya dia malah nangis.

Setelah itu, alhamdulillah kondisi Wulan dan Novia pun membaik. Akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke puncak karena dengan adanya halangan tadi diperjalanan. Kita pun gagal untuk mendapatkan sunrise. Singkat cerita ketika kita semua sudah turun dari puncak dan sampai dirumah saya, Anwar bilang "Wulan itu pas disana kaya orang lemes banget ngga punya tenaga gara-gara dia tadinya beberapa kali bilang lembek-lembek tak bertulang".

Saya mengambil pengalaman kejadian mistis ini buat kalian yang suka mendaki gunung ingat pesan dari saya jaga sikap dan omongan jangan seenaknya bicara sembarangan. Kita harus mempersiapkan fisik dan mental yang kuat karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ketika melakukan pendakian nanti. Berfikirlah positif dan jaga pikiran ketika melakukan pendakian, Sekian saran dari saya dan terimakasih.

10/17/2019

Aura Negatif Berkeliaran Di Gunung Ciremai

Gunung Ciremai
Gunung Ciremai

Nyaris setiap bulan saya mendaki gunung, malahan sebulan bisa 2 sampai 4 kali, baik itu berdua saja dengan suami ataupun bersama-sama. Kecuali beberapa bulan ini, saya cuti mendaki karena cuaca yang lagi tidak bersahabat dan banyak kesibukan yang tak bisa saya ceritakan. Rasanya paling nikmat mengobati rindu dengan membayangkan saat-saat pendakian yang lalu.

Kali ini entah kenapa tiba-tiba saya memikirkan saat-saat horor dalam pendakian yang sulit dilupakan. Sama sekali tak ada niat apapun, apalagi untuk menakut-nakuti, murni hanya untuk menuangkan pengalaman horor dan uji nyali yang pernah saya alami.

Believe it or not... terserah !

Dari Gunung Ciremai, Merbabu, Slamet, Sindoro, Sumbing dan Cikuray. yang paling mistis saya alami adalah Ciremai via Linggarjati. So.. saya akan cerita via linggarjati terlebih dahulu, setelah itu gunung-gunung lainnya. Ciremai via Linggarjati bukan saja terkenal dengan medannya yang kejam dan mistis dibanding jalur lain di gunung Ciremai.

Beberapa pendapat mengatakan, kalau sudah lulus melewati jalur linggarjati, maka gunung lainpun bisa dilalui, dan itu cukup terbukti dengan yang saya alami. Setelah tiga kali saya mendaki gunung Ciremai via Linggarjati dalam setahun ini. Jika orang-orang merasa ampun-ampunan dijalur ini, tidak begitu dengan saya. Treknya memang kejam, dan saya pun lemah letih lunglai dibuatnya, tapi saya tidak pernah kapok melewati jalur Linggarjati. Entah mengapa jalur ini adalah favorit saya dibandingkan gunung lainnya.

Singkat cerita, di Pos 6 Pamerangan tempat saya mendirikan tenda dengan suami, pada malam hari terdengar suara neng kunti, dan itu bukan kami saja yang dengar, hampir sebagian pendaki yang camp di Pos 6 mendengarnya. Saya tidak takut dengan kejadian ini, karena ada suami dan banyak suara pendaki yang ngobrol.

Keesokan harinya ketika turun dari puncak, saya dan suami terkena perjalanan malam. Saya mendengar dengan jelas suara gamelan yang sangat kuno didaerah Bapa Tere, sangatttt kuno dan aneh kedengarannya. Saya hanya diam saja tak menceritakan hal ini pada suami.

Masih dikawasan antara Bapa Tere menuju Seruni, lampu tenda yang digunakan suami sebagai penerangan jalan pada saat itu tiba-tiba kedap kedip dalam waktu lama tanpa sebab, dan itu membuat saya terlalu takut karena perjalanan jadi terganggu dan semakin horor, namun tiba-tiba pula lampu menyala kembali dengan sendirinya.

Saya merasa janggal, dan bertanya pada suami :

Neng : "Lampunya kenapa kang ?"
Kang : "Kena guncangan neng ..

(Suami menjawab seperti itu agar saya tidak takut, padahal suamipun merasakan sesuatu hal yang janggal).

Masih dikawasan tersebut, tiba-tiba kami mencium bau menyengat, ternyata bau batang dan akar pohon yang baru tumbang, kami merasa disesatkan dengan adanya tiga pohon besar tumbang didepan mata, sehingga tak tau harus kemana arah jalan pulang.

Kami mencoba merayap dibagian atas pohon namun tidak berhasil karena membuat kami terperosok kedalam rerimbunan ranting pohon tumbang. Suasana saat itu sungguh menyeramkan, sunyi mencekam, dan gelap gulita. Banyak aura-aura negatif berkeliaran yang tak bisa saya ceritakan, saya hanya fokus bersama suami mencari jalan keluar dari tempat itu. Headlamp yang saya pakai dikelilingi rembetuk dan laron, sangat mengesalkan mengganggu penglihatan.

Setelah berbagi usaha kami lakukan, tiba-tiba saya melihat sesuatu berwarna putih jauh didepan pohon tumbang, awalnya saya takut, tapi karena penasaran saya lihat berulang-ulang, dan yeeyyyy. Ternyata petunjuk jalan, berarti ini bukan arah yang salah, namun karena terhalang adanya 3 pohon besar yang tumbang membuat jalur tertutup tak bisa dilewati.

Setelah mengamati diberbagai sudut, akhirnya dengan berat hati kami memutuskan melipir dipinggiran pohon tumbang berupa ranting-ranting yang dibawahnya adalah jurang!. Suami mencoba menggapai ranting demi ranting untuk dapat melewati jalur yang terhalang pohon tumbang, dan saya sangat pelan-pelan mengikuti dengan cermat dimana tempat suami menggapai dan berpijak.

Ranting bisa patah jika salah berpijak dan menggapainya, kami bisa terperosok. Butuh ketenangan yang luar biasa, sungguh uji nyali hidup dan mati rasanya pada saat itu. Sesampainnya di Pos 6 Pamerangan, kami bermalam lagi. Saya dan suami istirahat didalam tenda, sekitar jam 12 malam terdengar suara perempuan tertawa-tawa terbahak kencang berkali-kali.

Saya pikir adalah tawa canda pendaki diseberang tenda, tapi aneh... ko ketawa sendiri ? Tidak ada suara lain orang bicara maupun bercanda pada saat itu. Plissss deh ini tengah malam !!!

Setelah suara tawa hilang, tak lama kemudian terdengar jelas suara desahan perempuan sedang berbuat mesum, semakin lama semakin kencang, dan saya sempat sangat risih dibuatnya, saya pikir adalah suara dari sebelah tenda yang sedang berbuat mesum.

Hal tersebut membuat saya ngedumel pada suami "engga tau malu banget sih tuh orang !!"

Setelah suara itu hilang, suami dengan indahnya tidur nyenyak, sedangkan saya asik sendirian menghangatkan diri berdiam didekat kompor (didalam tenda) sambil mengerngkan kaos kaki yang basah didekat kompor.

Lalu... dengan jelas terdengarlah suara cekikikan neng kunti terus menerus. Suaranya sangat halus merdu, saya takut lalu membangunkan suami tapi engga bangun-bangun. Antara takut dan penasaran saya beranikan diri untuk membuka pintu tenda. Hiyyy gelap gulita, tak satupun tenda, menyalakan lampu, padahal pos ini sangat dipenuhi tenda-tenda pendaki, ada sekitar 20 tenda dan saya pun segera menutup kembali pintu tenda.

Suara cekikikan terus-menerus terdengar jelas tanpa henti membuat saya membangunkan suami lagi. kesal dan takutnya bukan main karena suami tak juga bergeming saat saya bangunkan, bahkan saking takutnya sampai saya tampar-tampar pipi suami dan saya goncang-goncangkan tubuhnya, namun beliau sama sekali tak bergerak. Diam dengan posisi tidur persis seperti orang mati, membuat saya semakin takut.

Akibat aksi panik membangunkan suami, kaos kaki terbakar dikompor, semakin panik dan repotlah saya pada saat itu, tapi bisa teratasi. Saya memberanikan diri lagi untuk membuka pintu tenda. Aduhh gile aje semakin gelap dan seram, saya beranikan diri keluar pintu tenda..Arghhhh.

Ternyata dari tenda sebelah terlihat cahaya redup seperti lilin, saya bergidik dan langsung masuk lagi ke tenda. Hasrat hati ingin membaca do'a, namun apa daya surat Al-Fatihah pun saya tak ingat (Parahhhh !! mendadak amnesia !!)..

Berkali-kali saya mengucap, "Audzu... audzu... audzu.. ya Allah audzu apa ?? audzu..audzu..apaaa ??"

Saya berusaha menenangkan diri, mengingat -ingat surat Al-Fatihah, hingga akhirnya berhasil mengingat, "Audzu... audzu.. audzubillahi minasyaitan nirrajim.. Bismillahirrahmanirrahim..." (Horeeee bisa ingat !)

Entah berapa ratus kali Al-Fatihah dan doa lainnya saya baca dalam waktu 2-3 jam tanpa hentim sambil mendengar suara cekikikan neng kunti yang terus terdengar jelas.

Neng kunti pakai batre apa sih ?? Alkaline ?? Kok ga ada cape nya !!

Saat menjelang subuh suara kunti pun belum berlalu, tiba-tiba saya mendengar suara pelan seorang laki-laki dari tenda sebelah :"La..la..sadar! La..sadar!"

saat itu saya baru menyadari, yang saya dengar berjam-jam tadi, suara ketawa kencang, suara mesum, dan suara kunti cekikikan, adalah suara dari tenda sebelah yang ternyata kesurupan. Saya kembali membangunkan suami, dengan maksud mengajak suami ke tenda sebelah untuk membantu doa, namun tetap saja beliau tak bergeming saat dibangunkan. Ampunnn, disirep atau kebluk maksimal sih !! Hiks hiks.

Akhirnya saya memberanikan diri membuka pintu tenda lagi, karena tak mampu berbuat banyak untuk menolong, saya konsentrasi mengarahkan mata saya kearah tenda sebelah sambil berkali-kali mengirim do'a.

Takut banget sebenarnya, tapi saya paksa beranikan diri karena sudah lemas linu mendengar suara si neng kunti konser tiada henti. Akhirnya, sayup-sayup terdengar adZan subuh, suara cekikikan hilang begitu saja.

Wawww!! Alhamdulillah... saya merasa lega, namun rasanya letih tiada tara ya Allah!! seperti habis tektok 7 gunung (lebay), secara saya belum istirahat/tidur sama sekali dari pagi ketemu pagi lagi. Setelah menunggu sekitar 15 menit tak ada bunyi cekikikan, saya pun bisa merebahkan badan dan tidur.

Baru 2 jam merasakan lelap, tiba-tiba pagi hari ada seseorang mengucap salam diluar tenda. Saya pun terbangun dan membangunkan suami. Ternyata mereka dari tenda sebelah yang temannya kesurupan.

Orang-orang datang memohon maaf, memberikan pesan dari neng kunti dan menceritakan peristiwa semalam. Suami yang tak tahu menahu kejadian semalam sempat gagal paham, dan akhirnya saya jelaskan.

Karena kejadian tersebut, mereka tak mau melanjutkan pendakian. Saya dan suami merasa kasian mereka jauh-jauh dari Krawang. Kami pun menawarkan bantuan untuk menemani teman mereka (yang kesurupan) di Pos 6 atau membawanya turun ke basecamp, agar yang lainnya bisa melanjutkan pendakian.

Namun secara halus tawaran kami ditolak, mereka tidak berani melanjutkan pendakian karena letih dan takut terjadi hal yang tak diinginkan, mereka ingin kembali ke basecamp saja dan pulang ke Krawang.

Jalur Pendakian

Equipment

Destinasi