Tapak Tilas Adventure

1/12/2020

Tips Melakukan Manajemen Waktu Pendakian yang Tepat

Manajemen Waktu Pendakian
Manajemen Waktu Pendakian

Melakukan pendakian gunung yang tinggi di Indonesia bukanlah pekerjaan yang mudah. Kita tidak boleh mendaki dengan asal modal nekat saja. Asal kuat berjalan jauh, kita tidak acuh dengan banyak hal penting lainnya. Akibatnya kita terlalu lelah di jalan dan tidak bisa lanjut sampai puncak.

Kalau Sobat Tapak Tilas Adventure tidak mau mengalami masalah dengan waktu dan tenaga selama mendaki, simak tips manajemen waktu pendakian di bawah ini.

Mendaki Gunung

Tahu Karakteristik Gunung Terlebih Dahulu

Kesalahan terbesar yang sering dilakukan oleh pendaki Gunung Indonesia adalah mereka tidak mau melakukan riset terkait dengan kondisi gunung yang ada di daki. Setiap gunung memiliki keunikan sendiri-sendiri yang tidak bisa disamaratakan. Sobat Tapak Tilas Adventure harus melakukan riset langsung seperti wawancara orang yang pernah ke sana.

Dengan mengetahui karakteristik gunung, persiapan bisa dilakukan dengan matang. Keserakahan demi kesalahan yang membuat perjalanan menjadi molor bisa sedikit diminimalkan.

Memahami Kondisi Fisik

Setelah memahami kondisi gunung, pahami juga kondisi fisik yang sedang dimiliki. Kalau Sobat Tapak Tilas Adventure baru pemula mendaki ke gunung dengan waktu tempuh tinggi, ada baiknya untuk menyiapkan fisik dahulu. Jangan hanya modal nekat atau seru-seruan saja lalu di atas gunung merepotkan banyak orang.

Pendaki Gunung

Mengetahui Lokasi Basecamp dan Sejenisnya

Melakukan perjalanan ke gunung juga harus dibuat perencanaan yang matang. Itinerary atau rencana perjalanan harus dilakukan dengan benar. Kapan saja harus sampai di basecamp, check point, atau tinggal sementara di dekat untuk aklimatisasi. Buat semuanya dengan baik berdasarkan riset dan juga tanya langsung kepada mereka yang pernah melakukannya.

Tahu Kapan Harus Beristirahat

Saat berada di atas gunung jangan sering nekat dan enggan melakukan istirahat. Meski perjalanan jauh, istirahat harus dilakukan dengan benar. Kalau memaksakan diri agar bisa segera sampai ke puncak justru berbahaya untuk kesehatan. Tubuh jadi mudah lelah atau terjadi kecelakaan selama perjalanan. Pahami berapa lama harus beristirahat agar tubuh tidak lemas dan tidak malas naik karena lama berhenti.

Memiliki Target Sampai

Miliki target yang jelas sebelum naik ke atas gunung. Misal Sobat Tapak Tilas Adventure memiliki target perjalanan 12 jam total. Lalu pada beberapa jam pertama harus sampai di check point tertentu dan seterusnya. Dengan memiliki target yang jelas seperti ini Sobat Tapak Tilas Adventure tidak akan sembarangan saat mendaki dan selamat sejak berangkat hingga pulang.

Dengan menerapkan beberapa tips pendakian di atas, Anda bisa melakukan pendakian dengan lebih mudah dan tepat waktu. Jangan sepelekan hal sekecil apa pun karena mendaki di gunung tidak akan sama dengan jalan-jalan di lapangan yang datar. Ada banyak risiko yang Sobat Tapak Tilas Adventure harus hindari.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

1/05/2020

Begini Cara Memasak Nasi Saat Camping Di Gunung yang Benar

Apakah Sobat Tapak Tilas Adventure berencana kemah di akhir pekan ini? Jangan lupa, pelajari cara memasak nasi saat kemah. Nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang mampu mengenyangkan secara cepat. Selain itu, nasi menjadi sumber energi agar tubuh tetap sehat dan kuat selama berkemah.
Memasak Nasi Saat Camping
Memasak Nasi Saat Camping


Lantas, bagaimana cara memasak nasi yang benar ketika berkemah? Sobat Tapak Tilas Adventure bisa menggunakan trik berikut ini untuk menanak nasi sampai matang. Yuk, simak!

Langkah-Langkah Memasak Nasi Menggunakan Nesting

Nesting merupakan perlengkapan masak wajib yang harus dibawa oleh pendaki. Alat ini berbahan aluminium dengan bentuk kotak, memiliki kuping untuk pegangan, dan rangkap 3 - 4. Sepintas susunan nesting tersebut mirip rantang.

Bagian samping nesting terdapat pedangan berbahan karet. Ketika Sobat Tapak Tilas Adventure sedang memasak, pegangan inilah yang bersentuhan langsung dengan tangan.

Soal ukuran, nesting terbilang minimalis. Sobat Tapak Tilas Adventure bisa memasukkannya ke dalam tas carrier. Untuk menemukan perlengkapan masak yang praktis ini, Sobat Tapak Tilas Adventure dapat membeli di toko perlengkapan outdoor untuk mendaki.

Nah, sebagai pedoman dalam memasak nasi menggunakan nesting, Sobat Tapak Tilas Adventure bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini.

Sebelum mulai memasak, siapkan nesting, kompor portable, gas, dan air. Jangan lupa, sediakan beras secukupnya.

Langkah berikutnya, masukkan beras ke wadah atau nesting. Kemudian, tuangkan air bersih dengan perbandingan 1 : 2 ke dalam wadah. Jika diperlukan, Sobat Tapak Tilas Adventure bisa mencuci beras dua kali sampai dirasa bersih.

Kalau beras sudah bersih, segera panaskan air dengan perbandingan seperti di poin nomor 3. Masukkan beras ke dalam air tersebut, lalu biarkan selama 7 - 12 menit. Pastikan, air itu benar-benar mendidih sebelum dimatikan kompornya.

Langkah keempat; aduk-aduk beras yang ada di dalam nesting berulang kali. Pengadukan ini bertujuan agar air lekas menyatu dengan beras.

Tahap kelima; tutup nesting yang berisi beras dan air. Lalu, kecilkan api sampai kira-kira 15 menit.

Terakhir; buka tutup nesting dan aduk nasi menggunakan sendok. Pastikan, tekstur nasi sudah tidak basah saat diaduk. Setelah diaduk, diamkan beberapa menit sebelum disantap.

Cara memasak nasi menggunakan nesting di atas dibantu dengan alat kompor gas mini. Jika alat tersebut dirasa kurang praktis, Sobat Tapak Tilas Adventure bisa memakai kompor berbahan bakar spiritus. Namun, untuk menyalakan api kompor ini cukup sulit. Namun, untuk menyalakan api kompor ini cukup sulit.

Sementara keunggulannya, kompor spiritus bisa menjadikan nasi bertekstur lembut dan tidak mudah gosong.

Itulah cara memasak nasi saat kemah di tempat mana pun. Selain mempersiapkan peralatan memasak nasi yang tepat, Sobat Tapak Tilas Adventure juga perlu menyediakan beras berkualitas. Jadi, proses memasaknya lebih cepat dan terasa pulen saat disantap.

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

12/29/2019

5 Tips Mendaki Saat Haid Agar Nyaman dan Aman

Mendaki Saat Haid Agar Nyaman dan Aman
Mendaki Saat Haid Agar Nyaman dan Aman

Mendaki saat haid merupakan tantangan tersendiri bagi perempuan. Pasalnya, kondisi fisik perempuan yang sedang menstruasi cenderung mudah letih. Selain itu, sebagian orang percaya, perempuan tidak boleh melakukan pendakian selama haid dengan alasan mistis.

Namun, bagi Sobat Tapak Tilas Adventure yang hidup di zaman modern, semua masalah tersebut bisa diatasi. Caranya dengan menerapkan tips-tips berikut.

Persiapkan Fisik Sobat Tapak Tilas Adventure

Kesehatan dan kekuatan fisik adalah syarat utama yang harus dipenuhi oleh pendaki. Padahal, perempuan kerap mengalami nyeri ketika menstruasi. Bahkan, sebagian perempuan sulit bangun dari tempat tidur manakala nyeri menyerang.

Solusinya, Sobat Tapak Tilas Adventure harus latihan fisik ringan sebelum mendaki. Pastikan, daya tahan tubuh kuat, bebas dari anemia, pusing, maupun kram perut.

Bawa Pembalut Sesuai Kebutuhan

Tips kedua; cek secara teliti jumlah pembalut yang akan Sobat Tapak Tilas Adventure bawa sebelum berangkat ke lokasi pendakian. Misalnya, pendakian membutuhkan waktu sekitar dua hari, berarti minimal membawa delapan pembalut. Simpan di kantong tas paling depan supaya mudah mengambilnya.

Untuk ukuran pembalut, pilih yang panjang dan lebar. Pastikan juga, pembalut tersebut mudah menyerap cairan. Jangan lupa, ganti pembalut setiap 4 jam sekali di tempat aman dan nyaman.

Konsumsi Air Putih Secukupnya

Ketika mendaki, Sobat Tapak Tilas Adventure membutuhkan lebih banyak air putih, terutama bagi yang sedang haid. Jika tubuh terhidrasi dengan baik, nyeri haid tidak akan terasa. Selain itu, fisik menjadi kuat dan segar setiap saat.

Pastikan Buang Air Kecil di Tempat yang Tepat

Apakah Sobat Tapak Tilas Adventure sering buang air kecil? Hati-hati; perempuan yang sedang haid harus pandai mencari tempat buang air kecil. Tujuannya, supaya tidak mengotori lingkungan.

Di samping itu, bawalah tisu basah untuk membersihkan organ intim. Namun, ingat, jangan membuang tisu sembarangan. Jika tidak menemukan tempat sampah, sebaiknya simpan tisu di dalam plastik. Lalu, masukkan ke tas ransel Sobat Tapak Tilas Adventure.

Patuhi Peraturan Pendakian

Tahukah Sobat Tapak Tilas Adventure, beberapa peraturan di gunung kadang kala tidak tertulis? Sebagian justru terucap dari pesan warga sekitar atau juru kunci gunung.

Sebagai contoh, di pegunungan ada sungai jernih dengan bebatuan unik di dalamnya. Melihat keindahan bebatuan, banyak pendaki yang mengambilnya. Padahal, juru kunci sudah mengingatkan Sobat Tapak Tilas Adventure untuk tidak membawa pulang apa pun dari gunung.

Menurutnya, kalau aturan ini dilanggar, biasanya ada hal buruk yang terjadi. Meski Sobat Tapak Tilas Adventure enggan memercayai mitos tersebut, minimal patuhi aturannya. Berpikir positif saja; anggap peringatan itu bertujuan untuk menjaga kelestarian alam.

Demikian beberapa tips mendaki saat haid untuk pendaki wanita. Mendaki bukan perkara mudah; butuh keberanian dan keterampilan supaya selamat sampai tujuan. Selain itu, perhatikan setiap larangan selama di pendakian, pesan juru kunci, dan jagalah kebersihan lingkungan pegunungan.

Terima Kasih Salam Lestari ...

#tapaktilasadventure

12/22/2019

Latihan Fisik yang Perlu Dilakukan Agar Kuat Mendaki Sampai Puncak

Latihan Fisik
Latihan Fisik

Mendaki gunung termasuk aktivitas yang berat, bahkan esktrem. Jalanan terjal dan menanjak, jarak tempuh yang jauh, suhu udara yang rendah, ditambah carrier berat di punggung adalah tantangan yang harus dihadapi setiap pendaki.

Untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, ada beberapa latihan fisik sebelum mendaki yang wajib dilakukan, yaitu:

Olahraga Kardio

Kardio merupakan jenis olahraga yang penting dilakukan sebelum mendaki. Selain melatih otot jantung dan memperbaiki sistem kerja paru-paru, gerak fisik ini juga dapat memperlancar aliran darah dan membakar lemak sehingga napas menjadi teratur dan tubuh lebih enteng dibawa naik gunung.

Jogging

Jogging termasuk jenis olahraga kardio yang paling ringan. Lari-lari kecil ini sangat efektif untuk melatih otot kaki agar kuat mendaki. Setidaknya sebulan sebelum naik gunung, lakukan jogging secara rutin dengan jarak lari yang terus bertambah sampai kakimu terbiasa.

Squat Jump

Aktivitas naik gunung membutuhkan kekuatan otot paha dan kemantapan langkah kaki. Nah, ini bisa dicapai dengan melakukan squat jump secara rutin, minimal 5 x 30 lompatan setiap hari usai jogging. Latihan ini akan membuat otot paha lebih kuat, sehingga tidak mudah lelah dan gemetar saat mendaki.

Lari di Jalanan Menanjak

Agar terbiasa dengan track pendakian yang menanjak, Sobat Tapak Tilas Adventure juga perlu melatih fisik dengan berjalan/berlari di jalanan yang menanjak. Selain melatih otot kaki, olahraga ini juga bagus untuk membangun fleksibilitas dan keseimbangan pada kaki, punggung, serta bahu.

Push-up

Naik gunung tak hanya mengandalkan otot kaki, tapi juga tangan yang diperlukan saat memanjat, menyeimbangkan tubuh, dan merangkak di tanjakan curam.

Cara melatih otot tangan adalah dengan push-up. Jika dilakukan secara rutin, bukan hanya otot tangan yang kuat, tapi juga punggung yang lebih kokoh untuk menggendong beban berat carrier/ransel.

Latihan Pernapasan

Jalanan menanjak dan perbedaan tekanan udara di gunung pasti akan membuatmu lebih sulit bernapas. Diperlukan kinerja paru-paru dan sistem pernapasan yang baik agar Sobat Tapak Tilas Adventure bisa mendaki dengan aman dan nyaman.

Beberapa latihan fisik sebelum mendaki yang tak boleh dilewatkan adalah berenang, senam, serta yoga. Lakukan secara rutin, setidaknya seminggu 3x sebulan jelang keberangkatan agar hasilnya lebih maksimal.

Oh ya, Sobat Tapak Tilas Adventure juga perlu beradaptasi dengan hawa dingin di gunung, lho. Caranya dengan rutin berlari pada pukul 4 pagi. Latihan ini akan membuat tubuh terbiasa dengan cuaca gunung yang ekstrem, terutama pada malam hari.

Selain melakukan latihan fisik sebelum mendaki, jangan lupa istirahat cukup dan konsumsi makanan bergizi seimbang agar tubuh tetap prima saat naik gunung nanti. Semoga bermanfaat!

Terima Kasih Salam Lestari ..

#tapaktilasadventure

12/15/2019

6 Tips Aman Mendaki Gunung untuk Wanita

Mendaki Untuk Wanita
Mendaki Untuk Wanita

Mendaki untuk wanita itu gampang-gampang susah. Simak tips berikut agar pendakianmu tetap aman.

Mendaki adalah aktivitas yang tak hanya digemari laki-laki, tapi juga kaum hawa. Berbeda dengan traveling, pendakian gunung akan lebih menantang dan melelahkan, mengingat terjalnya medan dan suhu yang bisa turun drastis pada malam hari.

Nah, buat Sobat Tapak Tilas Adventure yang punya rencana untuk muncak dalam waktu dekat, perhatikan dulu tips mendaki untuk wanita berikut agar perjalananmu tetap aman dan nyaman.

Olahraga

Mendaki tergolong aktivitas berat. Sobat Tapak Tilas Adventure perlu mempersiapkan fisik sebaik mungkin agar stamina tetap oke selama pendakian. Oleh karena itu, calon pendaki sangat dianjurkan untuk berolahraga secara rutin sejak jauh-jauh hari.

Mulailah dengan jogging ringan, lalu perlahan lanjutkan dengan berlari. Selain melemaskan otot yang kaku, gerak fisik secara aktif juga bisa membantu menurunkan berat badan sehingga Sobat Tapak Tilas Adventure bisa lebih nyaman saat mendaki.

Persiapkan Perlengkapan

Selain makanan dan minuman, perlengkapan yang wajib disiapkan para pendaki perempuan adalah carrier berukuran sedang, jaket dan sepatu gunung, sleeping bag, matras, jas hujan, celana gunung/celana kargo, sarung tangan, penutup kepala, kacamata hitam, headlamp, dan peralatan lain yang diperlukan.

Kenali Siklus Menstruasi

Tidak seperti pria yang bebas mendaki kapan saja, wanita perlu menyesuaikan jadwal pendakian dengan siklus menstruasinya. Terlepas dari mitos yang melarang perempuan haid untuk mendaki, siklus bulanan ini memang biasanya dibarengi dengan berbagai keluhan dan nyeri yang bisa mengganggu aktivitas. Nah, agar kegiatan pendakian tak terkendala, pastikan waktunya tidak berbarengan dengan jadwal menstruasimu, ya.

Pilih Pakaian yang Tepat

Pemilihan pakaian mendaki juga perlu diperhatikan, lho. Baik laki-laki maupun perempuan lebih disarankan memakai baju lengan panjang. Selain menghalau panas dan dingin, pakaian jenis ini juga bisa menghindari risiko kulit luka akibat terkena ranting pohon atau gigitan binatang selama perjalanan.

Bawa Obat-Obatan

Mendaki gunung selalu penuh risiko. Jadi jangan lupa untuk menyiapkan obat-obatan di kotak P3K seperti plester, obat merah, obat nyeri, pembersih luka, pembalut, serta obat-obatan pribadi yang dibutuhkan.

Selain itu, Sobat Tapak Tilas Adventure juga disarankan untuk membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang bagaimana tata laksana saat terjadi patah tulang, pembidaian, cara memberikan CPR, fiksasi, dan sebagainya.

Jangan Malu untuk Istirahat

Kebanyakan pendaki gagal mencapai puncak karena terlalu malu untuk beristirahat padahal sudah sangat lelah. Nah, Sobat Tapak Tilas Adventure, sebaiknya hindari perasaan gengsi semacam ini saat mendaki, ya. Ingat, keselamatanmu lebih penting dari apa pun.

Jangan sungkan meminta rombongan untuk beristirahat kalau memang sudah merasa lelah. Lemaskan otot, atur napas, dan penuhi kebutuhan nutrisi dengan makan/minum agar tubuh kembali fit untuk melanjutkan pendakian.

Nah, dengan memenuhi tips-tips mendaki untuk wanita di atas, petualangan Sobat Tapak Tilas Adventure nanti dijamin akan makin berkesan. Sampai jumpa di puncak, ya!

Terima Kasih Salam Lestari ...

#tapaktilasadventure

Jalur Pendakian

Equipment

Destinasi