Tapak Tilas Adventure: Cerita Pendaki
Showing posts with label Cerita Pendaki. Show all posts
Showing posts with label Cerita Pendaki. Show all posts

10/24/2019

Kesurupan Nenek Penunggu Gunung Ciremai

Gunung Ciremai
Gunung Ciremai

Mendaki ke Gunung Ciremai pada tanggal 19 September 2018 detailnya pada hari Sabtu. Saya (Abriel) beserta teman-teman saya, Adi, Anwar, Bara, Dandi, Farid, Viki, Yana, Martha, Novia, dan Wulan. Kami semua melakukan pendakian ke Gunung Ciremai yaitu lewat jalur Palutungan.


Hari Sabtu tanggal 19 tepatnya pukul 08:00, kami semua berkumpul di rumah saya (Abriel) karena rumah saya yang paling deket dengan Basecamp pendakian Gunung Ciremai via Palutungan. Setelah kita semua packing dan merapihkan semua barang dan keperluan lainnya yang akan dibawa, kita langsung berangkat ke Basecamp untuk melakukan registrasi Simaksi ke pos tiket pendakian.

Setelah simaksi kurang lebih pukul 09:30 kami langsung berangkat menuju pos 1 yaitu Cigowong baru juga jalan sekitar kurang lebih 20 menit tiba-tiba pengen pulang dan engga mau lanjut tetapi Martha menanyakan kepada Novia pengen pulangnya dan memotivasi Novia agar dirinya lanjut setelah di obrolin bersama dan Novia dikasih motivasi akhirnya dia lanjutin perjalanan, untuk menuju ke pos 1 Cigowong kita memakan waktu yang cukup lama lebih lama dari biasanya karena terkadang Novia ingin pulang saja dan seakan-akan engga mau melanjutkan pendakian tapi anehnya dia juga terkadang suka tiba-tiba kaya maksa semangat banget buat lanjutin perjalanan.

Setelah kita istirahat shalat dan makan akhirnya kita melanjutkan perjalanan di tengah perjalanan seperti biasanya Novia mulai lagi kumat rasa pengen pulangnya dan akhirnya saya ajak ngobrol dan kali ini mulai oleh saya diberi motivasi terus dan saya kasih pilihan. "Kalo mau pulang ayo kita pulang aja, jangan maksain". Tapi dia ga mau kalo pulangnya di anter, dia pengen pulangnnya sendirian. Sebelum itu sekitar pukul 16:00 akhirnya kita sampai di pos 5 yaitu tanjakan Asoy.

Setelah sampai di tanjakan Asoy kita Shalat ashar dan istirahat cukup lama, setelah istirahat cukup lama akhirnya kita melanjutkan perjalanan menuju Pasanggrahan 1 karena disana dijadikan tempat tujuan kami untuk camp sebelum kita melanjutkan perjalanan ke puncak (Summit). Ya, tadinya sih melihat kondisi udah pada lemes enaknya camp di Asoy tapi saya mikir lagi dan nanyain ke temen-temen soalnya kalo summit dari Asoy kejauhan dan akhirnya kita semua sepakat untuk camp di Pasanggrahan 1.

Setelah itu Akhirnya kami semua sampai di Pasanggrahan jam 18:00, disana cukup ramai pendaki yang sudah mendirikan tenda lalu kita mencari lahan untuk mendirikan tenda karena kita akan mendirikan 3 tenda. Setelah mendirikan tenda kita semua ngeberesin barang bawaan, untuk dirapihkan didalam tenda, dan setelah beres-beres kita pun langsung memasak untuk makan agar tenaga kembali normal.

Setelah masak dan akhirnya kita ngobrol-ngobrol, tak terasa waktu pun menunjukan pukul 22:00 lebih saya pun menyuruh teman-teman saya untuk tidur karena rencana untuk melanjutkan ke puncak itu pukul 03:00 untuk mengejar sunrise dan melihat juga kondisi dari bawah sampai Pasanggrahan juga memakan waktu cukup lama jadi saya memutuskan untuk summit jam segitu.

Setelah semuanya dirapihkan karena mau tidur saya dan Dandi tidur duluan karena ketika saya menyuruh tidur, temen-temen yang lainnya bilang bentar dulu, katanya pengen nonton dulu film 5 cm. Yah sudah saya hiraukan dan saya pun engga memaksa mereka untuk tidur. Setelah itu karena kondisi fisik yang cukup melelahkan akhirnya saya dan Dandi langsung tidur.

Ketika saya lagi tidur kurang lebih sekitar pukul 23:30 tiba-tiba ada suara yang nangis, saya langsung bangun dan nanya ke Dandi karena pada saat itu dandi udah kebangun duluan.

saya pun nanya ke Dandi, "Si Novia kenapa Dan ?"
Dandi : "bukan Novia tapi si Wulan"

Kenapa saya nanyain Novia, karena saya kira Novia yang nangis melihat kondisi dari bawah tadi. Terus saya bilang "kenapa si Wulan ?" kata Dandi "biasaa". Pas Dandi bilang biasa, saya pun langsung mengerti maksud omongan yang dibilang Dandi.

Saya memanggil teman-teman yang diluar lalu nanyain kenapa katanya, "ga apa-apa udah lanjut tidur aja". Karena pada saat itu kondisi saya masih linglung dan ngantuk akhirnya saya pun langsung tepar tidur lagi. Baru juga sebentar saya ketiduran langsung terdengar lagi suara tangisannya Wulan.

Kali ini tangisannya agak lama dan kenceng, saya pun langsung bangun ketika saya bangun mau nyamperin ternyata udah ada dua orang yang satunya laki ranger dan yang satunya pendaki cewe. Si teteh dan ranger itu coba menanyakan keadaan bagaimana awalnya kepada teman-teman saya yang diluar dan teman-teman yang lainnya pada bilang bahwa, "tadinya lagi nonton film tetapi tiba-tiba Wulan itu nangis merengik", ucap teman saya menjelaskan ke si teteh itu dan ke ranger. Karena kondisi yang cukup mencekam akhirnya si teteh itu mengajak kita semua serombongan untuk membacakan surat Yasin dan akhirnya setelah membacakan surat Yasin bersama-sama pun kondisi Wulan lumayan stabil dan ketika diajak bicara dan ditanya oleh teteh itu dia sudah sadar karena sebelumnya hanya menunduk saja diam sambil nangis. Akhirnya setelah Wulan membaik, si teteh dan ranger itu kembali ke tendanya masing-masing. Setelah itu saya keluar tenda dan temen saya Yana bilang katanya dia liat ada si nenek di sekitar tendanya dan disitu bulu kuduk saya merinding karena saya bilang "yaudah jangan di ceritain diem aja", ucap saya ke Yana.

Terus saat saya masuk ke tenda dan mau nyuruh Dandi buat tidur, eh Dandi juga bilang kalo melihat sosok nenek dibelakang tenda tepatnya di tenda yang saya tiduri. Setelah itu saya pun keluar lagi dan menyuruh Yana untuk masuk ke tenda saya karena di tenda saya masih kosong, sedangkan tenda yang satunya cewe semua dan yang satunya penuh kasian yoweslah. Sayapun bilang "ya udah Yana, Dandi kalian tidur aja sana biar saya sama Adi aja yang jaga cewe.

Setelah mereka masuk tenda dan temen yang lainnya yaitu Anwar, Bara, Farid, dan Viki pun saya suruh tidur karena kasian mereka semua belum tidur. Sedangkan saya sudah tidur kurang lebih 2 jam, akhirnya saya dan Adi memutuskan untuk duduk dan jaga di tenda cewe, pas ditenda saya langsung nanya ke Novia.

Saya  : "Kamu engga apa-apa kan ?"
Novia : "Aku engga apa-apa cuma dingin doang".
Saya  : "Ya udahlah lanjut tidur aja, mau ke puncak atau disini aja ?"
Novia : "Pengen lanjut!".

Terus saya nanyain ke Wulan "gimana udah baik kamu ?"
Wulan : "Udah kok aku baik-baik saja".
Saya  : "Udah ya ga usah ke puncak, kita takut kamu kenapa-kenapa".

Wulan malah bilang "Engga mau ah, pengen ke puncak!". Dan dia maksa karena dia baru nyoba ke Ciremai. Ya udahlah karena saya juga engga enak kalo memaksa untuk tidak summit, akhirnya kesepakatan bersamma memutuskan untuk summit dan saya menuruti keinginannya. Lalu saya bilang ke Wulan "buruan kamu tidur nanti kalo engga tidur pas summitnya ngantuk loh".

Tapi Wulan bilang bahwa dia engga mau tidur dan engga ngantuk. Anehnya sehabis dia bilang engga mau tidur, dia langsung kaya orang ngantuk dan langsung nundukin kepala lalu merem karena pada saat itu kita lagi duduk. Terkadang Wulan tiba-tiba bangun dan kaya orang kaget ketika ditanya dia suka langsung kaya emosi gitu jawabnya, saya maklumin. Kejadian ini terjadi beberapa kali.

Anehnya setiap dia kebangun pas dia tidur langsung bilang "cepetan jam ayo ke puncak!". saya pun bilang "masih jam 1 malem tenang aja masih 2 jam tidur dulu". Omongan wulan ngajak lanjut ke puncak selalu terulang-ulang dan saya selalu bilang belum jam 3 tenang aja.

Akhirnya Wulan dan Novia tidur. Hanya saya, Martha dan Adi yang melek karena pada saat itu saya dan Adi berjaga berdua setelah yang lain pada tidur saya menyuruh Adi dan Martha untuk tidur dulu. Kemudian Adi tidur dan Martha masih belum tidur. Saya pun nanya. "kenapa kamu belum tidur ?". Martha bilang "engga ngantuk kok", dan saya memaksanya agar tidur dan berpesan jangan kosong pikiran apalagi ngelamun.

Lantaran pada saat itu terlihat oleh saya, dia seperti ngelamun gitu. Lalu Martha pun tidur. Waktu sudah menunjukan pukul 02:45, Viki memanggil saya dan bertanya mau lanjut atau tidak. Saya bilang "Kalo yang cewenya pada minta lanjut, ya saya turutin aja lanjut". Akhirnya saya suruh Viki buat membangunkan temen-temen. Saya membangunkan Adi, Wulan dan Novia. Setelah semua bangun dan kami membereskan apa saja yang akan dibawa ketika summit. Saat semuanya beres dan kami langsung lanjut summit untuk ke puncak. Baru juga sampe di pos bayangan antara Pasanggrahan 1 dan Pasangrahan 2, eh tiba-tiba Novia bilang.

Novia : "Itu apaan iiih serem!!"
Saya  : "Nov, diem!!!"
Novia : "Engga mau lanjut, aku mau pulang aja"
Saya  : "Ya udah Nov, kita balik aja ke tenda engga usah summit. Biarkan yang lain pada summit".

Tetapi anehnya dia itu tetep berjalan dan bilang mau pulang aja, dan ketika dia bilang mau pulang dia nunjuknya ke arah puncak. Terus sambil maksain narik-narik tangan Viki. Kita turutin, baru juga mau jalan tiba-tiba Wulan kaya orang pingsan gitu yang tadinya dia berdiri langsung kaya jatuh kemudian duduk dan dia menangis lagi.

Ketika saya tanya, "wulan kenapa ?" dia bilang "engga apa-apa cuma lemes doang". "Yah sudah kita turun saja kembali ke tenda", ucap saya. Tapi Wulan juga engga mau ketika di ajak ke tenda. Dan anehnya ketika Wulan berdekatan dengan Novia dia selalu begitu lagi kaya orang lemes dan langsung nangis merengek.

Akhirnya saya memilih untuk menyuruh Wulan dan temen-temen duluan. Saya, Martha, Novia, Adi, Yana dan Viki dibelakang. Wulan dan yang lainnya udah berjalan duluan, dan Novia mulai bilang lagi "ayo pulang ajaaa!", tapi anehnya dia selalu menunjuk ke arah jalan menuju puncak. Karena saat itu posisi saya sudah tau bahwa Novia sedang dirasuki si nenek, kelihatan dari mulai dia ngomong senyumannya sudah kaya si nenek penunggu Ciremai.

Ketika itu berjalan sebentar, terus saya suruh break dulu. Karena melihat dibelakan ada yang mau summit juga, terus saya nyamperin dan nanyain ke rombongan itu, "bang dari mana ?". "dari Cirebon mas". Saya langsung bilang pelan-pelan dan nanyain "ada yang bisa engga ?", dengan posisi si abang itu langsung tau apa yang saya maksud. Terus dia bilang "ada tuh yang dibelakang", katanya satu orang.

Dia pun memanggil temannya, saat temannya itu datang dan nanyain ke saya, "Ada apa mas ?", lalu saya bilang "ini mas, temen saya cewe ada yang kerasukan nenek penunggu Ciremai". Dan oleh si abang mau disamperin, lalu saya bilang "itu bang, Novia namanya". Ketika itu (sebut aja si abang), dia langsung berinteraksi dan pertamanya dia tanya kepada Novia "kamu siapa ?", tetapi Novia itu tidak menjawabnya. Dia hanya tersenyum dan tidak mengeluarkan omongan. Lalu si abang itupun membaca ayat-ayat Al-Quran dan sambil di pegang kepada Novia, sampe Novia itu menangis merengek (ya kalian pasti tau bagaimana gerakan orang yang sedang menangani kerasukan).

Sampe-sampe ketika ruh si nenek itu keluar dari tubuh Novia dan hampir mau masuk tubuh Martha. Karena dia bisa melihat, dia langsung bilang engga mau dan pada saat itu posisi Martha lagi berdekatan sama saya. Martha malah mencekik leher saya dengan sangat kuat sekali beda dari biasanya. Saya bilang "Martha kamu kenapa ? Lepasin ini sakit". Ketika dia melepas cekikannya, dia pun menangis dan bilang engga mau dan dia bilang katanya si nenek itu maksa terus pengen masuk ke tubuhnya Martha.

Tapi Martha mencegahnya dan disuruh jangan sebagian besar melamun sampe kosong pikiran. Akhirnya, setelah selesai si abang meminta air putih, untuk dikasih doa bacaan ayat Al-Quran lalu dibasuh ke Novia dan dikasih minum. Novia pun membaik dan ketika si abang mencoba tanya kepada Novia, dia pun menjawabnya beda dari sebelumnya yang hanya memberikan senyuman daat ditanya. Si abang bilang katanya bahwa dari tadi mulai mau summit juga ruh asli Novia itu engga ada yang ada hanya raganya saja dengan dirasuki si nenek itu. Bulu kuduk saya pun merinding dan saya bilang ke si abang itu, "Sebenernya bang, saya sudah sering kesini (karena saya orang lokal sini) baru ngalamin hal seperti ini. Saya pun kaget".

Si abang itu nanya lagi ke Novia, "gimana mau lanjut apa turun ?". Karena dia sudah sadar, dia bilang lanjut. Ya udah akhirnya lanjut dan si abang bersama rombongan yang dari Cirebon itu ngikut dibelakang, karena takut terjadi lagi. Setelah sampai di Pasanggrahan anehnya kan si abang itu megang lonceng krenceng biasa para pendaki, tetapi Novia malah bilang ke si abang itu takut sama lonceng yang dipegang si abang. Dan si abang bilang "Engga apa-apa ini cuman lonceng doang".

Lalu si abang itu memotivasi dan bilang ke Novia, "Pengen ke puncak Ciremai kan ? Ya udah ayo nanti kita ngopi bareng diatas". Akhirnya kita pun melanjutkan perjalanan ketika di pos bayangan sebelum pos Sanghiyang Ropoh, Wulan, Anwar, Farid dan Dandi sedang break. Tapi aneh ketika Novia deket sama Wulan, Wulan suka tiba-tiba kaya orang lembek gitu dan dia langsung duduk terus nangis merengik. si abang yang dari Cirebon itu nyamperin Wulan dan saat di tanya dia malah nangis.

Setelah itu, alhamdulillah kondisi Wulan dan Novia pun membaik. Akhirnya kita melanjutkan perjalanan ke puncak karena dengan adanya halangan tadi diperjalanan. Kita pun gagal untuk mendapatkan sunrise. Singkat cerita ketika kita semua sudah turun dari puncak dan sampai dirumah saya, Anwar bilang "Wulan itu pas disana kaya orang lemes banget ngga punya tenaga gara-gara dia tadinya beberapa kali bilang lembek-lembek tak bertulang".

Saya mengambil pengalaman kejadian mistis ini buat kalian yang suka mendaki gunung ingat pesan dari saya jaga sikap dan omongan jangan seenaknya bicara sembarangan. Kita harus mempersiapkan fisik dan mental yang kuat karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi ketika melakukan pendakian nanti. Berfikirlah positif dan jaga pikiran ketika melakukan pendakian, Sekian saran dari saya dan terimakasih.

10/17/2019

Aura Negatif Berkeliaran Di Gunung Ciremai

Gunung Ciremai
Gunung Ciremai

Nyaris setiap bulan saya mendaki gunung, malahan sebulan bisa 2 sampai 4 kali, baik itu berdua saja dengan suami ataupun bersama-sama. Kecuali beberapa bulan ini, saya cuti mendaki karena cuaca yang lagi tidak bersahabat dan banyak kesibukan yang tak bisa saya ceritakan. Rasanya paling nikmat mengobati rindu dengan membayangkan saat-saat pendakian yang lalu.

Kali ini entah kenapa tiba-tiba saya memikirkan saat-saat horor dalam pendakian yang sulit dilupakan. Sama sekali tak ada niat apapun, apalagi untuk menakut-nakuti, murni hanya untuk menuangkan pengalaman horor dan uji nyali yang pernah saya alami.

Believe it or not... terserah !

Dari Gunung Ciremai, Merbabu, Slamet, Sindoro, Sumbing dan Cikuray. yang paling mistis saya alami adalah Ciremai via Linggarjati. So.. saya akan cerita via linggarjati terlebih dahulu, setelah itu gunung-gunung lainnya. Ciremai via Linggarjati bukan saja terkenal dengan medannya yang kejam dan mistis dibanding jalur lain di gunung Ciremai.

Beberapa pendapat mengatakan, kalau sudah lulus melewati jalur linggarjati, maka gunung lainpun bisa dilalui, dan itu cukup terbukti dengan yang saya alami. Setelah tiga kali saya mendaki gunung Ciremai via Linggarjati dalam setahun ini. Jika orang-orang merasa ampun-ampunan dijalur ini, tidak begitu dengan saya. Treknya memang kejam, dan saya pun lemah letih lunglai dibuatnya, tapi saya tidak pernah kapok melewati jalur Linggarjati. Entah mengapa jalur ini adalah favorit saya dibandingkan gunung lainnya.

Singkat cerita, di Pos 6 Pamerangan tempat saya mendirikan tenda dengan suami, pada malam hari terdengar suara neng kunti, dan itu bukan kami saja yang dengar, hampir sebagian pendaki yang camp di Pos 6 mendengarnya. Saya tidak takut dengan kejadian ini, karena ada suami dan banyak suara pendaki yang ngobrol.

Keesokan harinya ketika turun dari puncak, saya dan suami terkena perjalanan malam. Saya mendengar dengan jelas suara gamelan yang sangat kuno didaerah Bapa Tere, sangatttt kuno dan aneh kedengarannya. Saya hanya diam saja tak menceritakan hal ini pada suami.

Masih dikawasan antara Bapa Tere menuju Seruni, lampu tenda yang digunakan suami sebagai penerangan jalan pada saat itu tiba-tiba kedap kedip dalam waktu lama tanpa sebab, dan itu membuat saya terlalu takut karena perjalanan jadi terganggu dan semakin horor, namun tiba-tiba pula lampu menyala kembali dengan sendirinya.

Saya merasa janggal, dan bertanya pada suami :

Neng : "Lampunya kenapa kang ?"
Kang : "Kena guncangan neng ..

(Suami menjawab seperti itu agar saya tidak takut, padahal suamipun merasakan sesuatu hal yang janggal).

Masih dikawasan tersebut, tiba-tiba kami mencium bau menyengat, ternyata bau batang dan akar pohon yang baru tumbang, kami merasa disesatkan dengan adanya tiga pohon besar tumbang didepan mata, sehingga tak tau harus kemana arah jalan pulang.

Kami mencoba merayap dibagian atas pohon namun tidak berhasil karena membuat kami terperosok kedalam rerimbunan ranting pohon tumbang. Suasana saat itu sungguh menyeramkan, sunyi mencekam, dan gelap gulita. Banyak aura-aura negatif berkeliaran yang tak bisa saya ceritakan, saya hanya fokus bersama suami mencari jalan keluar dari tempat itu. Headlamp yang saya pakai dikelilingi rembetuk dan laron, sangat mengesalkan mengganggu penglihatan.

Setelah berbagi usaha kami lakukan, tiba-tiba saya melihat sesuatu berwarna putih jauh didepan pohon tumbang, awalnya saya takut, tapi karena penasaran saya lihat berulang-ulang, dan yeeyyyy. Ternyata petunjuk jalan, berarti ini bukan arah yang salah, namun karena terhalang adanya 3 pohon besar yang tumbang membuat jalur tertutup tak bisa dilewati.

Setelah mengamati diberbagai sudut, akhirnya dengan berat hati kami memutuskan melipir dipinggiran pohon tumbang berupa ranting-ranting yang dibawahnya adalah jurang!. Suami mencoba menggapai ranting demi ranting untuk dapat melewati jalur yang terhalang pohon tumbang, dan saya sangat pelan-pelan mengikuti dengan cermat dimana tempat suami menggapai dan berpijak.

Ranting bisa patah jika salah berpijak dan menggapainya, kami bisa terperosok. Butuh ketenangan yang luar biasa, sungguh uji nyali hidup dan mati rasanya pada saat itu. Sesampainnya di Pos 6 Pamerangan, kami bermalam lagi. Saya dan suami istirahat didalam tenda, sekitar jam 12 malam terdengar suara perempuan tertawa-tawa terbahak kencang berkali-kali.

Saya pikir adalah tawa canda pendaki diseberang tenda, tapi aneh... ko ketawa sendiri ? Tidak ada suara lain orang bicara maupun bercanda pada saat itu. Plissss deh ini tengah malam !!!

Setelah suara tawa hilang, tak lama kemudian terdengar jelas suara desahan perempuan sedang berbuat mesum, semakin lama semakin kencang, dan saya sempat sangat risih dibuatnya, saya pikir adalah suara dari sebelah tenda yang sedang berbuat mesum.

Hal tersebut membuat saya ngedumel pada suami "engga tau malu banget sih tuh orang !!"

Setelah suara itu hilang, suami dengan indahnya tidur nyenyak, sedangkan saya asik sendirian menghangatkan diri berdiam didekat kompor (didalam tenda) sambil mengerngkan kaos kaki yang basah didekat kompor.

Lalu... dengan jelas terdengarlah suara cekikikan neng kunti terus menerus. Suaranya sangat halus merdu, saya takut lalu membangunkan suami tapi engga bangun-bangun. Antara takut dan penasaran saya beranikan diri untuk membuka pintu tenda. Hiyyy gelap gulita, tak satupun tenda, menyalakan lampu, padahal pos ini sangat dipenuhi tenda-tenda pendaki, ada sekitar 20 tenda dan saya pun segera menutup kembali pintu tenda.

Suara cekikikan terus-menerus terdengar jelas tanpa henti membuat saya membangunkan suami lagi. kesal dan takutnya bukan main karena suami tak juga bergeming saat saya bangunkan, bahkan saking takutnya sampai saya tampar-tampar pipi suami dan saya goncang-goncangkan tubuhnya, namun beliau sama sekali tak bergerak. Diam dengan posisi tidur persis seperti orang mati, membuat saya semakin takut.

Akibat aksi panik membangunkan suami, kaos kaki terbakar dikompor, semakin panik dan repotlah saya pada saat itu, tapi bisa teratasi. Saya memberanikan diri lagi untuk membuka pintu tenda. Aduhh gile aje semakin gelap dan seram, saya beranikan diri keluar pintu tenda..Arghhhh.

Ternyata dari tenda sebelah terlihat cahaya redup seperti lilin, saya bergidik dan langsung masuk lagi ke tenda. Hasrat hati ingin membaca do'a, namun apa daya surat Al-Fatihah pun saya tak ingat (Parahhhh !! mendadak amnesia !!)..

Berkali-kali saya mengucap, "Audzu... audzu... audzu.. ya Allah audzu apa ?? audzu..audzu..apaaa ??"

Saya berusaha menenangkan diri, mengingat -ingat surat Al-Fatihah, hingga akhirnya berhasil mengingat, "Audzu... audzu.. audzubillahi minasyaitan nirrajim.. Bismillahirrahmanirrahim..." (Horeeee bisa ingat !)

Entah berapa ratus kali Al-Fatihah dan doa lainnya saya baca dalam waktu 2-3 jam tanpa hentim sambil mendengar suara cekikikan neng kunti yang terus terdengar jelas.

Neng kunti pakai batre apa sih ?? Alkaline ?? Kok ga ada cape nya !!

Saat menjelang subuh suara kunti pun belum berlalu, tiba-tiba saya mendengar suara pelan seorang laki-laki dari tenda sebelah :"La..la..sadar! La..sadar!"

saat itu saya baru menyadari, yang saya dengar berjam-jam tadi, suara ketawa kencang, suara mesum, dan suara kunti cekikikan, adalah suara dari tenda sebelah yang ternyata kesurupan. Saya kembali membangunkan suami, dengan maksud mengajak suami ke tenda sebelah untuk membantu doa, namun tetap saja beliau tak bergeming saat dibangunkan. Ampunnn, disirep atau kebluk maksimal sih !! Hiks hiks.

Akhirnya saya memberanikan diri membuka pintu tenda lagi, karena tak mampu berbuat banyak untuk menolong, saya konsentrasi mengarahkan mata saya kearah tenda sebelah sambil berkali-kali mengirim do'a.

Takut banget sebenarnya, tapi saya paksa beranikan diri karena sudah lemas linu mendengar suara si neng kunti konser tiada henti. Akhirnya, sayup-sayup terdengar adZan subuh, suara cekikikan hilang begitu saja.

Wawww!! Alhamdulillah... saya merasa lega, namun rasanya letih tiada tara ya Allah!! seperti habis tektok 7 gunung (lebay), secara saya belum istirahat/tidur sama sekali dari pagi ketemu pagi lagi. Setelah menunggu sekitar 15 menit tak ada bunyi cekikikan, saya pun bisa merebahkan badan dan tidur.

Baru 2 jam merasakan lelap, tiba-tiba pagi hari ada seseorang mengucap salam diluar tenda. Saya pun terbangun dan membangunkan suami. Ternyata mereka dari tenda sebelah yang temannya kesurupan.

Orang-orang datang memohon maaf, memberikan pesan dari neng kunti dan menceritakan peristiwa semalam. Suami yang tak tahu menahu kejadian semalam sempat gagal paham, dan akhirnya saya jelaskan.

Karena kejadian tersebut, mereka tak mau melanjutkan pendakian. Saya dan suami merasa kasian mereka jauh-jauh dari Krawang. Kami pun menawarkan bantuan untuk menemani teman mereka (yang kesurupan) di Pos 6 atau membawanya turun ke basecamp, agar yang lainnya bisa melanjutkan pendakian.

Namun secara halus tawaran kami ditolak, mereka tidak berani melanjutkan pendakian karena letih dan takut terjadi hal yang tak diinginkan, mereka ingin kembali ke basecamp saja dan pulang ke Krawang.

9/30/2019

Kisah Pendaki Gunung Ciremai Yang Diikuti Sosok Hitam Sampai Basecamp

Gunung Ciremai
Gunung Ciremai

Jadi kita itu sekumpulan dari Jakarta dan Bogor hanya 6 orang, Ke Gunung Ciremai via Palutungan. Dari awal ketemuan pas mepo memang rencana dari Bogor semua,gara-gara terlalu santai akhirnya naik bus dari terminal Kampung Rambutan kan.. ehh skip saja langsung ke inti wkwkwk.

Jadi pas sampai di Basecamp Palutungan itu sekitar jam 09:00, agak heran sih soalnya kita naik kaga ada rombongan dari manapun, sepi gitu lah. Pas urus simaksi itu lumayan agak lama yak, karena petugas entah kemana dulu jadi kudu nunggu.

Setelah kelar berurusan dengan simaksi baru kita naik, cowok 5 cewek 1, pas sampai di pintu masuk yang ada monyetnya itu kita potoan dulu lah, buat mengabadikan moment sembari nunggu adzan dzuhur kelar, Nah disitu saya agak gimana gitu dengan hawanya.

Bisa dibilang saya agak peka dengan mereka gitu. Positive thinking saja ya. Mungkin karena cape habis kejar-kejaran bus dan ga tidur sama sekali pas mau ke Kuningan wkwkwk.

Kita masuk lalu ngikut trek gitu kan, pas di trek yang menuju semacam kali itu hawanya semakin aneh. Soalnya berasa ada yang ngawasin. Pas masuk ke gerbang Cigowong bukan yak yang ada rest area gitu ? (maklum baru pertama naik ke gunung Ciremai jadi agak lupa nama-nama treknya) hehe.

Kawan saya yang cewek tiba-tiba istighfar, terkejut tapi tidak teriak gitukan. Pas ditanya sama yang lain, tapi dia tidak mau jawab. Yodalah si kita tetep positive thinking saja. Padahal kita semua juga tahu kalo ada yang aneh disitu wkwk.

Pas kita udah kelar istirahatnya kita lanjutin kan, berdoa agar selamat sampai atas. Mulai trek dan terus menyusuri trek mah santai saja, karena hari mulai gelap dan rencana kita mau camp di Pasanggrahan kalo gasalah, tapi yang dibawah agar tidak diganggu babi disitu. Teman ada yang duluan ngebut dari tanjakan Asoy supaya bisa mendirikan tenda dulu agar tidak keteteran.

Pas sampai di Pasanggrahan bener tuh, gak lama langsung magrib lah gatau jam berapanya. Pokonya sudah sore dan gelap. Sembari ada yang masak saya dan teman yang lain mencari kayu bakar untuk menghindari datangnya babi liar. Disitu mulai kerasa jelas ada yang ngawasin.

Mata saya kan silender tuh kan. Tapi agak bisa lihat tanpa kacamata. Pas malam-malam teman cewek saya kebelet pup. Minta dianterin untuk buang hajat. Petamanya si ditakut-takutin ama teman yang lain wkwkwk.

Pas udah kelar pupnya baliklah kita ke tenda. Karena belum ngantuk kita cerita-cerita ditemani sama nyala api unggun. Karena mulai larut, satu persatu mereka mulai masuk tenda. Tinggal lah saya berdua sama teman rombongan yang dari Jakarta itu, iseng tuh kan nyenter keliling atas bawah muter lah pokoknya waspada kalo ada babi disekitaran. Pas saya nyenter, Sweeengg.

Kesorot mata merah di atas pohon dengan bulu hitam, entah itu apa tapi wujud dia gede layaknya monyet tapi ga berekor. Lalu kagetlah saya, dalam hati baca doa doa, supaya aman. Pas di senter lagi hilanglah dia, sorot keliling ternyata dia malah kaya jongkok di depan tenda kita dong, ga jauh tapi ga deket juga sih sekitaran 5-10 meter.

Karena kita takut ya udah kita masuk tenda berdua saja ajak teman saya, sambil berbisik dia bilang kalo lihat si dia yang memperhatikan kita. Nah pas di tenda kita tidak bisa tidur tuh kan, bawa tenda 2 tapi karena pada takut ya udah jadi berenam di satu tenda. malam sekitar jam 01:30 saya kebelet kencing.

Pas buka resleting tenda, kaget dong dia masih ngawasin. Ya udah skip kencing kaga jadi gapapa dah. Berusaha melupakan tapi teman yang tadi malah bertanya, kenapa ? wkwkwk. Sampai jam 02:30, Tiba-tiba terdengar langkah kaki semacam meembawa tongkat di daunan gitu.

Sambil ada suara ketawa cekikikan wanita, jelas banget kita dengar suara itu. Oh iya, kita ngecamp ga ada sekelompok lain cuman kita berenam saja. Anehnya kan posisi teman wanita sedang tidur, masa iya dia ngigo, kan ga lucu kalo ngigo ketawa gitu.

Ya udah kita ga gubris saja, lanjut merem mau summit jam 05:00, niat bangun jam 04:00 malah jam 06:00 baru jalan wkwk. Pas sudah mulai terang gitu kan. Kaget dong belakang tenda ada pohon gede banget ga jauh dari tendaan kita. Perasaan pas sorenya itu pohon kaga ada kan ya.

Yowes tidak di gubris lagi kan. Niatan kita juga baik ga neko-neko. Pas mau prepare naik ke puncak, perasaan aneh itu muncul lagi dong. Berasa diawasin plus diikuti, entah apa cuman saya saja atau yang lain juga merasakan tapi saya ga mau nanya maupun bilang, tetap positive thinking.

Sampai puncak kita berhasil jam 10:00, niatan mau summit gagal. Tapi intinya kita berhasil sampai atas, berjumpa lah kita sama rombongan lain dari warga Kuningan asli situ, anak SMA lagi diklatsar sispala. Kenalanm potoan. Lalu kita turun, Sampai di tenda istirahat, buat packing balik.

Pas kita packing ada rombongan dari bawah juga mau ngecamp disitu, kenalan bentar lalu karena stok air takutnya kurang sampai di Cigowong jadilah kita barter makanan dan minuman sama mereka.kita jalan turun, santai tapi agak ngegas supaya tidak kemalaman. Teman ada yang duluan turun tuh kan seorang karena naber, ya udah disilahkan sama yang lain, pas kita turun banyak tuh kan akhirnya rombongan pada naik, kayaknya si open trip gitu, karena iseng, tanyalah kita ke orang yang mau naik itu, "Mas ketemu teman saya tadi kaga di trek (nyebutin ciri-cirinya)?".

Mereka pada bilang kaga ketemu, kaga lihat kaga tahu gitu. Setiap ketemu sama rombongan lain ditanya kaya gituan, jawabnya sama juga. Pas sampai di Cigowong, anehnya dia baru nyampe ga jauh waktu dari kita rombongan yang ditinggal jauh sama dia, katanya dia tadi ga ketemu sama pendaki naik, cuman treknya bener itu pas naik kemaren.

Lalu kita istirahat sejenak sambil mikir-mikir dan kebingungan. Nyata-nyatanya kita tadi nanyain dia ke lebih dari 10 orang. Masa iya kaga ditemuin sama dia sih, kata saya gitu. Yaudah lah ya yang penting ketemu, amanlahh. Kita Balik turun pas udah cape mulai hilang.

Pas di trek turun isenglah teman bertanya kepada si cewek ini. "Kamu kemaren disini (Cigowong) lihat apa ?". Dengan jawabnya "kepala tapi ga ada badan, lihat kita sambil ketawa tersenyum gitu". Kaget dong mana belum sampai Ke Basecamp pisan wkwkwk. Ya udah kita lanjut turun menuju Basecamp.

Sewaktu dihutan pinus berasa lagi tuh ada yang ngeliatin. Padahal masih jam 4 sore. Masih ada matahari lah istilahnya wkwkwk. Tetep positive thinking pokoknya mah. Sampai Basecamp di warung kita pertama nunggu simaksi dibuka, ceritalah rame-rame apa yang dirasakan pas di atas.

Temen cewek bilang kalo dia berasa diikuti wanita tua, dari Cigowong sampai camp area, tapi gamau cerita pas diikutinnya ke kita. Teman yang ikut ngeronda sama saya langsung nyeletuk "Lu lihat apa semalam diatas pohon ?" Lah dia tahu kata saya, ya udah bilang dan jelasin tau-taunya sama dong yang dilihat dan dirasa, kita berenam diganggu tapi cuman 1 teman doang yang ga dianuin dari bawah sampai balik wkwk.

Lalu beranjak sore, magrib, telpon sama bapak kang angkot yang kemaren mau anter kita dari turun ke kuningan sampai Basecamp. Nunggu sampai bosen sampai abis magrib lalu tiba-tiba teman yang ikut ngeronda bilang, "Tuh itu, liat dia ngikutin sampai sini tuh", mana kata saya berbisik, "Noh belakang, di sampahan". Ga mau berbalik lah saya pelan-pelan. lahh iya dia di situ.

Kaget dong, tapi ga mau cerita ke yang lain dulu sih, gegara udah malam dan nunggu angkot lama akhirnya kita balik pamitan dulu sama yang punya warung, jalan ke bawah. Si hitam ini masih saja ngikutin, entah suka atau gimana dia ngikutin kita sampai sekitar 100 meteran dari Basecamp sampai angkot.

Naik lalu bilangin kalo si dia ngikutin kita mulu. Teman wanita bilang takut ahh. Tidak mau lagi ke Gunung Ciremai, cukup ini yang pertama dan terakhir wkwkwk. Soalnya kayaknya si dia ini suka sama teman wanita saya ini. Ga tau bener apa tidak wkwkwk.

Cukup sekian, cerita dari saya, ini kejadian masih fresh sih oktober 2018 lalu.

Narasumber : muhammad rifa'i toha
Lokasi : Gunung Ciremai via Palutungan


Terima Kasih Salam Lestari

9/26/2019

Di Jahili Penghuni Gunung Gede Pangrango

Gunung Gede Pangrango
Gunung Gede Pangrango
 
Salam lestari, nama saya Rian asal Jakarta, Izinkan saya menceritakan sedikit peristiwa horor saya dan teman-teman saya alami saat naik Gunung Gede Pangrango.

Sekitar akhir bulan oktober 2015. Berawal dari obrolan santuy, saya bertiga di teras rumah teman saya sebut saja namanya bebol, akhirnya teman saya yang bernama iwan yang datang sebagai tamu dari bekasi mencetuskan sebuah hasrat untuk melakukan pendakian ke Gunung Gede Pangrango. Setelah berdiskusi cukup alot untuk penentuan tanggalnya, harus pilih jalur via mana, akhirnya saya bertiga fix telah memutuskan pemberangkatan di tanggal 6 November 2015 hari jumat malam saya berangkat dari rumah naik via cibodas.

Singkat cerita setelah hari H, teman saya si iwan ingin mengajak temannya yang masih pemula namanya Edi dan mereka memutuskan berdua naik kendaraan motor langsung ketemuan di Basecamp Cibodas dari Bekasi. Setelah saya sampai di Basecamp Cibodas malam sabtu nya ketemu lah saya dan si iwan beserta temannya si Edi. Keesokan harinya hari sabtu kami bangun terlalu siang sekitar jam 10 kami berempat baru bangun, alhasil berangkat naiknya pun agak siang sekitar jam setengah 12 kami stari dari Basecamp Cibodas.

Belum setengah perjalanan baru sampai pos telaga biru hujan lebat mengiringi perjalanan saya dan teman-teman alhasil perjalanan pun jadi terlambat, saya baru sampai di pos kandang batu jam 7 malam dan hujan masih saja turun, tiba-tiba teman saya Edi yang masih pemula badannya menggigil hebat bibirnya biru wah di situ kami bertiga mulai panik. Akhirnya saya keluarin semua yang ada di tas saya, matras foil dan Sleeping Bag sam thermal blanket, langsung saya buatin shelter darurat dari flysheet dan saya lucuti semua pakaian teman saya yang basah satu persatu saya ganti dengan yang kering. Alhamdulillah gejala hipotermia mulai agak reda, tadinya saya memutuskan untuk melanjutkan perjalanan lagi sampai pos kandang badak alasannya saya ga mau buka tenda di pos kandang batu karena saya pernah ditemui sosok anak kecil sedang lari-larian di pos itu, tapi apalah daya situasi nya ga memungkinkan terpaksa saya mengalah dan akhirnya saya ngecamp di pos kandang batu lagi pula ada 1 tenda yang nge camp di pos itu.

Situasi malam makin mencekam dengan di iringi hujan lebat dan petir yang menggelegar hebat. Sekitar jam 11 malam saya mendusin bangun karena tiba-tiba dada saya nyesek akhirnya saya duduk, saya lihat di sebelah kiri saya ada bayangan hitam dari luar ikutan duduk, saya coba rebahan lagi bayangan hitam itu mengikuti saya rebahan, saya duduk sontak saya kaget saya pikir itu bayangan saya ternyata bukan.

saya bangunin si Bebol "bol bangun bol" Tapi si Bebol tetep ga mau bangun. Saya lihat si Edi masih nyaman dengan tidurnya. Akhirnya saya paksa tidur sampai menjelang subuh. Pas subuh sekitar jam 4 saya bangun lagi mau buang air kecil pas keluar tenda saya kaget bukan main saya ngeliat pohon besar tinggi menjulang ada 3 orang anak kecil sedang main perosotan di batang pohon itu.

Astagfirullah saya liatin anak kecil itu sambil saya tetap buang air kecil. Akhirnya saya masuk tenda lagi. Setelah itu semuanya bangun, tepat pukul 5 subuh saat hendak melanjutkan perjalanan summit ke puncak Gede setelah semuanya sarapan dan hanya bawa botol air minum saja tenda dan semua peralatan saya tinggal di pos kandang batu.

Tapi yang saya heran tenda semalam yang ada di sebelah saya sudah ga ada lagi, akh sudahlah kami semua berfikir positif aja mungkin tuh orang udah jalan duluan sebelum kami bangun subuh, dan Alhamdulillah jam 9 pagi kami semua sampai ke puncak Gunung Gede Pangrango. Setelah berfoto selfi manja, saya dan teman-teman melanjutkan turun kembali via Cibodas.

Sampailah di pos kandang batu jam 1 siang, lanjut packing, baru saja beberapa langkah dari pos kandang batu ko rasa-rasanya tas carrier saya lebih berat dari sebelumnya yah bahkan 3 kali lipat dari sebelumnya. Hadeuhhh tapi yah sudahlah saya nikmatin saja dengan jalan langkah yang tertatih-tatih melewati bebatuan menurun, akhirnya saya sampai di pos panyangcangan (pos pertigaan air terjun cibeureum).

Dan saya langsung istirahat di sana dengan posisi duduk tapi ko seperti ada yang nindihin pundak saya jadi semakin berat aja beban carrier saya sampai-sampai ga bisa saya gendong itu tas carrier saya. Si mamang yang biasa jualan di pos panyangcangan ga tau siapa namanya (soalnya saya ga nanya siapa namanya hehee) dan beliau juga kebetulan mau turun, tiba-tiba nyamperin saya dan nepak pundak saya serta tas carrier saya sambil ngomong "Ulah jail sia ka pendatang jug balik ka luhur". Artinya " Jangan jahil kamu sama pendatang !! sana balik ke atas". Sambil baca doa si mamang itu, alhamdulillah beban tas saya kembali dengan normal.


Saya ucapkan hatur nuhun buat si mamang, lalu saya melanjutkan perjalanan lagi, sampai di pos telaga biru sontak lagi saya melihat kuntilanak lewat di belakang si iwan, ternyata kata si Iwan sesudah saya cerita di Basecamp dia juga diikutin kuntilanak dari pos kandang badak sampai pos telaga biru.

Hadeuuhhhh saya bilang bener-bener dah pada jahil banget penghuni Gunung Gede Pangrango. Tapi Alhamdulillah kami semua turun dengan selamat.



Terima Kasih Salam Lestari

9/08/2019

Cerita Pengalaman Misteri Ketemu Hantu Bungkus di Gunung Lawu via Candi Cetho

Gunung Lawu
Gunung Lawu
 
Sewaktu hari sabtu tanggal 27 juli 2018, kami sekumpulan berjumlah 10 orang terdiri dari 4 orang cewek dan 6 orang cowok, 6 dari jogja (satu adik saya cewek, satu anggota geng kampus saya dulu masa kuliah dan dua orang kawan adik saya, bukan adik kandung tapi adik ketemu gede hehe), dan 4 orang rombongan dari madiun, yang saya kenal cuma 1 sisanya kawan dia kenal pas di basecamp.

kami janjian ketemu di basecamp Cetho aja karena beda daerah hehehe, sebelumnya kami di basecamp suka ngobrol-ngobrol bercanda, tapi kawan saya suka banget bicara badword. gak lama mas-mas yang merhatiin kami pas bercanda dateng menyapa ikut ngobrol-ngobrol ringan, karena ini pendakian perdana beberapa orang dalam rombongan ke Gunung Lawu via Cetho kami dapet nasehat.

mas nya tadi nasehatin untuk mawas diri selama mendaki jangan bicara kotor atau buat ceroboh maupun sombong selama mendaki terutama jalan mau ke pos 1, 2 dan 3 yang masuk ke hutan karena angker, Bapaknya juga cerita kemarin baru aja ada rombongan yang kesurupan karena salah satu anggotanya sombong nantangin penunggu lawu karena ya.. mungkin punya ilmu kali ya hehe.., dan akhirnya rombongannya pada kesurupan.

Oke lanjut, Kami akhirnya mulai jalan pendakian sekitar jam 3 lewat, semua berjalan normal sampe kami mulai masuk area hutan dari pos 1 ke pos selanjutnya. karena saya tau watak teman saya yang rewel dan suka badword, saya nasehatin dia pas masuk hutan untuk tetap sopan dan jaga gaya bicaranya, suasana hutan terasa hawanya seperti aneh, mungkin karena saya orangnya sensitif kali ya ? wkwkwk

Semasa perjalanan kondisi banyak heningnya cuma sesekali aja kalimat terucap dari kami jarang berhadapan dengan orang lain sewaktu di area hutan. Segala lancar sampai akhirnya mulai gelap, saya posisi paling belakang mengawal rekan-rekan dan minta rombongan jangan ada yang pisah jauh-jauh. Kami banyak istirahat karena cewek-cewek cepat lelah apalagi ada yang baru pertama muncak. Selama perjalanan malam gelap dari pos 2 ke 3 gue posisi dibelakang ngawal rombongan. Tiba-tiba saja saya melihat samar-samar dari kegelapan makhluk halus memperhatikan kami.

Saya cuma diem aja selama di ikutin, akhirnya karena sangking gak kuatnya mental saya putuskan pindah posisi, dari yang paling belakang jadi orang ke 2 atau ke 3 orang terakhir. Setelah habis istirahat dari pos kami lanjut ke mata air sekalian mau masak dan makan disitu isi air perbekalan juga.

lalu saat berjalan ke mata air posisi saya berada paling depan, suasana sepi cuma denger suara samar-samar pendaki lain. Karena saya jalan duluan, saya ngeliat sekilas sosok suep min (hantu bungkus), saya kaget dan adik saya bertanya "kenapa ?" tapi saya jawab "gapapa (biar semua merasa baik baik aja hehe).

Selesai masak, makan dan beres-beres kami pun melanjutkan perjalanan ke pos 4, ditengah jalan semua merasa kelelahan dan jam sudah menunjukan pukul 10 malam lewat, kami jalan lebih 6 jam. Akhirnya setelah ambil kesempakatan kami mendirikan tenda di pos 4 karena kasian liat temen-temen pada kecapean terutama ceweknya karena kami bicara puncak cuma bonus, inti dari mendaki adalah kembali dengan selamat.

Akhirnya kami dirikan 2 tenda di pos 4 (Sebenernya agak kesel karena ada orang biat tenda di shelter), setelah beres pasang tenda lanjut masak air buat ngopi ngopi santai sambil cerita ringan hingga pulas tertidur.

Besok pagi kami bangun terus makan, selesai makan akhirnya beberapa dari kami lanjut ke puncak dengan tektok. Semua alat ditinggal di tenda pos 4, Beberapa teman jaga tenda dan beberapa cewek-cewek lanjut tapi cuma sampai sabana pos 5 buat foto dokumentasi narsis wkwkwk.

Kami akhirnya 4 orang sampe puncak walau pun berangkatnya gak barengan, tiba di puncak kami santai lalu kami balik ke pos 4, dari puncak kami cuma butuh waktu sejam hingga sampe tenda pos 4 itu rasanya woww (itu jalannya campur lari). Setelah anggota lengkap dan kami putuskan turun pulang, tapi saat pulang kami terpecah jadi 2 rombongan, yang duluan 7 orang dan saya bersama 2 rekan lainnya belakangan karena teman akrab saya merasa gak enak badan.

Singkat cerita setelah nyusul rombongan di mata air kami makan bersama buat isi perut. Pas perjalanan pulang semua berjalan dengan normal, sampainya kami di pos 1 ramai rombongan lain pada istirahat, setelah minum sejenak saya tanya ke cewek-cewek "apa mau istirahat atau langsung ?" orang-orang memberi tahu untuk langsung turun, pas perjalanan dari pos 1 ke basecamp di jalan yang kiri kanannya rerumputan, saya jalan di posisi paling belakang rombongan, waktu saya melirik ada satu pendaki yang sepertinya nafsu untuk turun, saat saya mau mengajaknya waktu bertemu disamping tadi, betapa kagetnya saya. ternyata orang yang tadi bukan manusia, dia menabrak saya hingga badan saya berputar 360 derajat.

Saya kaget dan teriak, sosok itu berbentuk agak kecil warna hitam dan bergerak cepat masuk ke area semak-semak lalu menghilang, adik saya lalu bertanya "kau kenapa bang ?", saya cuma jawab "udah gapapa jangan liat belakang nanti saja kalo sudah sampai basecamp gua ceritain deh".

Sepanjang perjalanan suasana yang saya alami mencekam dan merinding, saya cuma bisa berdoa minta diberi perlindungan dan keselamatan. Suasana yang sudah mulai gelap dan senter yang sudah kehabisan batrai membuat suasana menjadi semakin horor, untungnya di depan kami betemu rombongan lain, hingga sampai di pos basecamp dengan selamat.

Saya sempat bertanya ke beberapa kawan yang lain apakah mereka juga mengalami hal mistis, tapi sampai sekarang saya belum dengar anggota yang lain cerita mengalami kejadian mistis tersebut selama mendaki Gunung Lawu tersebut.

Cerita dari Wandes Sitohang
Lokasi : Gn. Lawu

9/02/2019

Cerita Misteri Pendaki Di Gunung Ciremai

Misteri Gunung Ciremai
Ini pengalaman saya muncak ke gunung ciremai untuk yang ketiga kalinya pada tahun 2017. Biasanya saya kalo ke ciremai pasti lewat linggarjati, tapi sekarang temen ngajak lewat palutungan biar agak landai katanya. Owh iya kita janjian kumpul di rumah temen pas kita mau berangkat yang tadinya cuaca cerah malah berubah jadi hujan. alhasil kita nunggu hujan reda dan hujan pun tak kunjung reda setelah magrib kita bertiga maksain berangkat dari mandirancan ke palutungan setelah sampai bc kita istirahat dulu sejenak karena kedinginan. dikarenakan hujan-hujanan di motor.

Setelah menyelesaikan pembayaran simaksi waktu itu masih jam 20:00 malem dan masih gerimis kita bertiga maksain untuk nanjak padahal udah dibilang sama yang di basecamp "entar aja mas masih gerimis." tapi kita maksain untuk nanjak karena takut ke maleman. Setelah sampai gapura yang ada monyetnya cerita mistis pun di mulai dari situ.

Saat temen minta untuk istirahat saya mendengar ada perempuan yang nangis, saya cari tapi tidak ada orang dan saya putuskan untuk lanjut alesannya sih biar ga kemaleman. saya berada di barisan paling belakang setelah jalan sepuluh menit saya kembali mendengar suara tangisan itu jauh di belakang dan ternyata pas saya nengok ke belakang alhasil ada si embak pake baju putih kurang lebih 5 meter di belakang saya dan saya pun tidak berani liat ke belakang (dalam hati saya mikir kalo bilang ke yang lain pasti bahaya nih soalnya trek licin karena lagi gerimis).

Hingga saya putuskan untuk tidak bilang ke yang lain pas temen yang paling depan ngajak istirahat saya jawab "ga mau.. udah lanjut sebentar lagi pos kok". Tinggal 2 belokan lagi (Padahal saya asal ngomong kan saya juga baru pertama lewat sini). Maka perjalanan lanjut setiap saya nengok ke belakang si embak masih ada sambil nunduk malam temen saya nanya ke saya "kenapa ko kamu ga ada suaranya ?", "Biasanya kalo nanjak paling rame sendiri". saya cuma ngejawab "lagi sariawan".

Ternyata di depan ada sebuah gubug yang udah reot dan temen saya kembali minta istirahat, saya pun liat ke belakang dulu eh alhamdulillah si embak kunta'i udah engga ada. Kami pun memutuskan untuk istirahat dulu kurang lebih 5 menit, setelah itu kami lanjutkan untuk jalan, saya sempat berfikir "perasaan saya jalannya muter disitu aja engga tau kalo yang lain sih tapi perasaan saya kaya muter muter di situ doang", setelah agak lama kami bertemu dengan tim rescue yang bawa motor trail kami pun agak lega.

Kami meneruskan perjalanan kami menuju Cigowong pas di tengah-tengah, temen kami minta istirahat dulu. Saya yang barisan belakang nyenter ke arah atas saya melihat ada spanduk ada api unggun banyak orang ngobrol maka saya bilang ke temen saya yang dua kata saya entar aja istirahatnya di atas itu kayanya pos deh kan rame. Temen saya yang dua juga ikut nyenterin emang rame banget maka kita lanjutkan perjalanan setelah sampae ke tempat ternyata kosong ga ada apa-apa hanya pepohonan biasa saya pun penasaran terus.

Bersambung ..


Terima Kasih Salam Lestari

9/01/2019

Pendaki yang Tersesat di Gunung Arjuno Welirang

Tersesat Digunung Arjuno Welirang
Tersesat Digunung Arjuno Welirang

Dibawah ini pengalaman bertemu pendaki tersasar di gunung arjuno welirang

jadi waktu itu saya muncak ke welirang berempat, 2 cewek 2 cowok. Ketemu rombongan dari surabaya 4 orang cowok semua plus 2 orang dari gresik sama jepara. terus pas kita turun dari pondokan, Dijalur pendakian tiba-tiba ada orang teriak-teriak dari semak. Akhirnya rombongan saya teriak juga.

orang yang disemak tadi teriak lagi, minta tolong dan bilang nyasar habis hilang selama 2 hari. Akhirnya teman-teman saya semuanya berhenti, biar orang di semak tadi bisa samperin rombongan kita.

Ditunggu-tunggu orangnya gak datang. Akhirnya teman-teman saya teriak lagi. Orang disemak tadi teriak juga "saya ga kuat mas". Akhirnya teman-teman dari rombongan saya sekitar 6 orang itu nyamperin mas-mas yang disemak tadi. teman-teman saya teriak lagi. Mereka buka jalur disemak-semak.

Akhirnya ketemu, Kondisi mas-mas tersebut lemes banget. Pake baju plus celana pendek. Ga pake sepatu jaket atau apapun. Lah teman-teman saya sampe nanya ke mas-mas yang disemak-semak tadi. Mas-masnya malah bilang "habis tarung sama genji". Teman-teman saya juga pada bingung. Mungkin orang ini agak linglung juga.

Akhirnya mas-mas yang nyasar tadi dibawa teman-teman saya ke jalur yang benar, Kita kasih air putih satu botol sama madurasa 2 sachet. Sambil minum rombongan saya semua pada nanyain. Gimana kok bisa nyasar.

Nah, kemudian mas-mas yang nyasat itu bisa menceritakan detail Bahwa dia habis dari arjuna ngecamp di lembah kidang. Kata mas yang nyasar tadi "saya pas dilembah kidang itu tiba-tiba gak ingat apa-apa mas, lah ko tadi kedengeran suara orang turun akhirnya saya teriak. Terus pn sahuti itu. Berarti saya kesasar jauh ya mas, saya kira ini tadi daerah lembah kidang mas".

Teman saya jawab "iya mas jauh pn itu. Pn gak ingat apa-apa lagi gitu mas". Mas yang nyasar bilang "saya sempet ngobrol sama orang, terus diajak turun, Tiba-tiba nyampek rumah saya". Salah satu rombongan saya jawab "wah dibawa kayaknya mas. Disasarin pn".

Waktu teman-teman saya nyari mas yang nyasar itu, ada rombongan mau naik nanya ke kita, (anggap aja namanya panji) "ada apa mas ?". Danang (nama teman saya dari surabaya) "ini mas ada orang nyasar, katanya udah nyasar 2 hari mas". Panji "wah jangan-jangan mas yang hilang tadi. Soalnya kita tadi ketemu mas-mas laki-laki bawa barang banyak banget. Ketakutan juga ekspesinya bilang ke saya kalo nyari temannya. Pagi jam 6 bangun tidur di lembah kidang, tiba-tiba hilang temannya. Dia juga mulai nyari ke puncak welirang dan arjuna. Tapi gak ketemu, akhirnya turun dia lapor ke pos perijinan".

Danang "iya mungkin, coba aja ditanyain".

Akhirnya pas kita tanyain emang betul, yang dibawah tadi temannya mas yang nyasar. Oh iya min, mas yang nyasar itu asli orang prigen. Mas yang nyasar / tersesat tadi kita putuskan buat barengin ke mobil jeep yang turun habis ambil belerang. Pas kita turun sekitar jam setengah 6 magrib, Kita tanya ke panitianya, Katanya orang yang hilang udah pulang. Alhamdulillah lega sekali rasanya. Petama kali min, kita bisa nolong orang nyasar didunia nyata. Soalnya kita cuma tau sebatas dari berita-berita instagram aja min.

@annisa_zulfa11


Terima Kasih Salam Lestari

8/31/2019

Pendaki yang Tersesat di Dunia Roh Lelembut Gunung Merapi

Misteri Gunung Merapi
Misteri Gunung Merapi

Meskipun sudah berulang kali meletus, gunung merapi masih menjadi daya tarik bagi pendaki gunung. gunung merapi memiliki keindahan alam yang memukau. namun kisah mistis di gunung merapi banyak sekali. sudah banyak sekali. sudah banyak pendaki yang merasakannya langsung atau melihat penampakan di gunung merapi. salah satu hal yang sering terjadi adalah tersesat di gunung merapi.


Banyak pendaki yang hilang secara tiba-tiba dengan rombongannya. bahkan anehnya dia hilang di tempat yang terbuka, bukan di dalam hutan yang lebat. biasanya banyak pendaki yang menghilang di kawasan pasar bubrah. pasar bubrah merupakan tempat yang menyimpan banyak misteri. konon katanya sebagai tempat berkumpulnya penunggu gunung merapi. lokasinya pun tidak jauh dari puncak gunung merapi.

Kisah ini diceritakan oleh warga jalan swadaya, cimanggis depok jawa barat. seorang pria yang bernama khodar ramadhan (22) ini membuktikan langsung misteri pasar bubrah di gunung merapi. saat mendaki bersama dua temannya, tiba-tiba ia terpisah dengan dua temannya. kontak terakhir yang dilakukan pada pukul 13:15 di sekitar pasar bubrah.

saat itu ada kabut yang turun dan tebal. jarak pandang di depannya hanya sekitar lima meter. lenyapnya khodar secara mendadak membuat kedua temannya panik dan langsung melapor ke tim penolong. sebelum memberitahunya, kedua teman khodar sempat mencarinya selama 3 jam. sampai akhirnya memilih untuk menghubungi tim sar gunung merapi.

khodar akhirnya di temukan tim sar sedang berjalan ke rah puncak gunung merapi. saat ditanya, khodar sempat merasa bingung dengan jalannya. ia sempat menuruni jurang di sekitar pinggiran pasar bubrah. karena merasa salah arah, ia berbalik arah dan mendaki ke arah puncak. khodar ditemukan sekitar pukul 00:15 dan langsung dibawa ke posko.

kisah misteri di sekitar pasar bubrah banyak sekali. kawasan ini biasanya digunakan pendaki untuk mendirikan tenda. karena berupa kawasan yang luas dan datar. ketika mendirikan tenda di sekitar pasar bubrah, banyak pendaki yang sering mendengar suara gamelan, suara ramai orang berjualan di pasar atau penampakan yang lebih menyeramkan.

menjelang pagi hari, sering terdengar suara orang-orang melakukan jual beli. bagi orang yang bisa melihat makhluk tak kasat mata, hal itu memang benar adanya. hal ini membuktikan bahwa pasar bubrah memang sarangnya penunggu gunung merapi. sudah ada cerita seorang pendaki, yang terasa lapar saat malam hari. dia setelah itu keluar tenda, betapa terkejutnya didepan tendanya ada banyak sekali warung yang jualan makanan.

Bahkan ia tidak sadar bahwa dirinya sedang berada di gunung merapi yang sepi. pendaki tersebut membeli pisang di seorang pedagang dekat tendanya. kemudian cerita suara gamelan disekitar pasar bubrah juga sering terdengar oleh para pendaki. ada dua mitos yang sering dipercayai oleh pendaki. suara gamelan tersebut memang suara yang ditabuh oleh penunggu gunung merapi. atau suara angin yang terlalu kencang, sehingga terdengar seperti suara musik yang merdu.

Kita memang tidak pernah tahu keberadaan misteri pasar bubrah di gunung merapi. namun setiap gunung pasti ada penunggunya, begitu pula dengan gunung merapi. kisah mistis di gunung merapi sudah sering terdengar. ada banyak pendaki yang sering mengalami kisah mistis di gunung ini. saat mendaki gunung merapi selalu jaga sikap. Tidak boleh mengadakan hal-hal aneh dan ditemani oleh orang yang mempunyai keahlian khusus. sehingga anda bisa mendaki dengan selamat.

Sumber tanahnusantara.com
Lokasi : Gn. Merapi

Jalur Pendakian

Equipment

Destinasi